Menyingkap Tabir Candi Losari, Situs Hindu yang Terkubur Lahar Merapi

- BPK Wilayah X tengah melakukan pembongkaran total Candi Losari hingga lapis ke-14 untuk menghentikan kapilarisasi air tanah yang mengancam fondasi situs Hindu tersebut.
- Pemugaran dilakukan karena struktur candi melemah akibat gempa dan lahar Merapi, dengan target penguatan 14 lapis batuan rampung pada Oktober 2026.
- Tim menemukan indikasi adanya struktur lain di sisi selatan dan barat kompleks, membuka peluang perluasan ekskavasi untuk mengungkap potensi kawasan candi yang lebih luas.
Magelang, IDN Times - Jauh di bawah permukaan tanah Desa Salam, sebuah operasi penyelamatan sejarah sedang berlangsung. Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X kini tengah membongkar total struktur Candi Losari hingga lapis ke-14. Bukan sekadar menyusun batu, misi ini adalah pertaruhan teknis untuk memutus aliran air purba yang mengancam fondasi situs Hindu tersebut.
Candi yang terkubur material erupsi Merapi sedalam 6 meter sejak ditemukan tahun 2004 ini, kini menghadapi musuh baru yang tak terlihat: kapilarisasi air tanah.
Tantangan terbesar dalam pemugaran kali ini bukanlah menyusun kembali batuan yang runtuh, melainkan memastikan kaki candi tidak terus-menerus "meminum" air dari tanah yang labil. Aliran air bawah tanah di lokasi ini membuat struktur candi amblas dan miring.
Junawan, Penanggung Jawab Rekonstruksi, menjelaskan bahwa timnya harus melakukan treatment khusus pada fondasi. "Target tahun ini adalah mencapai lapis ke-14. Kami fokus pada rekondisi aliran air di bagian kaki agar air tidak naik ke tubuh candi melalui proses kapilarisasi," jelasnya, Senin (31/3/2026) melansir dari website resmi pemerintah Kabupaten Magelang.
Berbeda dengan pemugaran ringan, Candi Losari harus dibongkar secara total. Juru pugar, Restu Hidayat, mengungkapkan bahwa ketidakstabilan struktur ini merupakan "luka lama" akibat kombinasi gempa bumi dan hantaman lahar dingin Merapi di masa lalu.
"Strukturnya sudah tidak kuat menopang beban. Tanah di bawahnya labil karena rembesan air yang tak henti, meskipun area atas sudah ditutup atap pelindung," kata Restu. Operasi "bedah total" ini ditargetkan rampung pada Oktober 2026 untuk memperkuat 14 lapis batuan penyusun.
Di balik debu pemugaran, tersimpan misteri yang lebih besar. BPK Wilayah X mencium adanya struktur bangunan lain yang masih terkunci di dalam tanah di sisi selatan dan barat kompleks.
Wacana penggalian lanjutan (ekskavasi) kini mulai menguat. Jika terbukti, kompleks Candi Losari bisa jadi jauh lebih luas dari satu candi induk dan tiga candi perwara yang sudah ditemukan. Proyek ini bukan hanya soal mengokohkan batu, tapi upaya mengembalikan identitas situs edukasi dan wisata budaya Magelang agar lebih representatif dan "bernapas" kembali tanpa gangguan air tanah.
Candi Losari berlokasi di dekat Gapura Gerbang perbatasan Magelang-Yogakarta, melintasi Kecamatan Salam tepatnya di Dusun Losari Desa Salam, terpampang tulisan petunjuk arah ke Candi Losari. Dari jalan raya Magelang-Jogja hanya berjarak 300 meter untuk menuju lokasi Candi Agama Hindu tersebut berada.
Penemuan Candi Losari pada bulan Mei 2004, kemudian selesai penggalian pada tahun 2013 dan ditambah sistem pembuangan air pada tahun 2017.
Candi Losari terdiri atas sebuah candi induk dengan ukuran 4,5 x 4,5 meter. Candi induk dikelilingi oleh tiga candi perwara masing-masing berukuran 2,58 x 2,58 meter.
Di dalam bilik candi terdapat relung yang diduga merupakan ruang untuk menempatkan arca. Sebelumnya di sekitar lokasi candi sempat ditemukan sekitar 10 buah arca yang saat ini disimpan di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah.


















