Mitigasi Pemilu 2024, Antisipasi Pemilih Banyumas Terdampak Banjir

Banyumas, IDN Times - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas menggelar Simulasi Tanggap Bencana Desa Gebangsari, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Minggu (28/1/2024). Acara tersebut diikuti oleh perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Forum Pngurangan Resiko Bencana (FPRB), Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat dan pimpinan partai politik (parpol).
1. Antisipasi dan mitigasi bencana banjir

Simulasi tersebut digelar sebagai langkah antisipasi dan mitigasi daerah rawan banjir saat pelaksanaan pemungutan suara, pada 14 Februari 2024.
Desa yang menjadi lokasi simulasi tanggap bencana merupakan daerah retensi banjir. Pasalnya, banjir di daerah tersebut merupakan dampak dari banjir kiriman dari Sungai Ijo dan luapan Sungai Kecepak.
"Banjir salah satunya kiriman dari Sungai Ijo, bila terjadi robekan tanggul di wilayah Desa Rowokele Kabupaten Kebumen," kata pemerhati masalah sungai dan lingkungan, Eddy Wahono, Senin (29/1/2024).
Ia yang juga pembina forum relawan lintas organisasi (Fortasi) Banyumas menyebutkan, berdasarkan catatan bencana tahun 2022, wilayah di Kecamatan Tambak yang terdampak banjir selain Desa Gebangsari adalah Desa Prembun, Desa Karangpetir, Desa Gumelar Kidul, dan Desa Plangkapan.
Wilayah lain yang rentan terjadi banjir adalah Desa Nusadadi, Desa Karanggedang, Desa Selandaka, Desa Kuntili, dan Desa Kemiri. Semuanya berada di Kecamatan Sumpiuh.
2. Perlu pemantauan cuaca pada H-2

Eddy berharap, simulasi tanggap bencana banjir berada di lokasi daerah yang benar-benar rawan banjir. Dengan begitu, terdapat beberapa solusi dan antisipasi saat pemungutan suara Pemilu 2024 berlangsung.
"(Sangat diharapkan ada) pencarian solusi manakala tempat pemilihan suara terendam banjir dan transportasi masyarakat yang terkena dampak banjir," ujar Eddy.
Adapun, pelibatan sejumlah pemangku kepentingan (stakeholder) dalam simulasi tanggap bencana banjir tersebut untuk mengevaluasi dan memitigasi di daerah rawan banjir.
Ia meminta seluruh pihak untuk memantau cuaca khususnya dua hari sebelum tanggal pemungutan suara, 14 Februari 2023.
3. Soal partisipatif rendah

Ihwal partisipatif dalam Pemilu 2024, Eddy justru menyampaikan bahwa mitigasi bencana tidak ada kaitannya dengan tingkat partisipatif. Ia mengingatkan seluruh pihak untuk mengantisipasi segala bentuk hambatan dan tantangan dalam pelaksanaan Pemilu 2024. Salah satunya adalah bencana alam.
"Jangan sampai orang mau nyoblos terhambat menuju ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) karena penyelenggara tidak siap mengantisipasi terjadinya kondisi alam saat musim hujan, tetap ini harus jadi perhatian,"katanya.
Dirinya berharap tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu 2024 miningkat dibandingkan pemilu tahun 2019 lalu, terutama desa atau wilayah yang dianggapnya minim tingkat partisipatifnya.
4. BBWS siaga 24 jam

Terpisah, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BBWS Wilayah Sungai Serayu Opak, Antyarsa Ikana Dani yang dikonfirmasi menyatakan, akan mendukung BPBD dalam penanganan darurat bila terjadi bencana banjir saat atau menjelang Pemilu 2024.
Meski demikian, pihaknya berharap untuk semua yang terlibat dalam penanganan bencana, terutama para relawan yang menjadi garda terdepan dapat saling bersinergi.
"Posko bencana BBWS Serayu Opak ada di Yogya dan Sempor selama 24 jam siaga menerima laporan serta berkoordinasi dan berkolaborasi dalam pelaksanaan penanganan darurat," pungkas Dani.



















