Festival Kuliner NonHalal di Solo Paragon, Mall. (IDN Times/Larasati Rey)
Kendati demikian, Gibran tak menampik jika kejadian festoval nonhalal yang diprotes ormas dan warga sempat terdampat pada predikat Solo sebagai kota toleran.
Namun Gibran memastikan hal tersebut tidak berdampak signifikan. Menurut Gibran, masyarakat yang kurang sependapat sudah kooperatif dan bisa mengerti.
"Ya memang, kalau ada insiden seperti itu biasa lah. Kan itu masukan masukan dari teman teman semua. Termasuk DSKS (Dewan Syariah Kota Surakarta), kemarin sudah memberikan masukan yang baik. Nggak papa kok, semua kooperatif.
Teman teman DSKS kooperatif," jelasnya.
Gibran menegaskan, insiden di festival kuliner nonhalal tersebut tidak berpengaruh terhadap predikat kota toleran yang diberikan ke Kota Solo.
"Enggak, nggak papa ya, tenang aja nggih," katanya.