- Melampaui Demokrasi: Merawat Bangsa dengan Visi Ulama tahun 2006
- Momentum Untuk Bangkit, Percikan Pemikiran Ekonomi, Politik dan Kebangsaan tahun 2009
- Melanjutkan Pemikiran dan Perjuangan Gus Dur tahun 2010
- Intoleransi, Diskriminasi dan Politik Multikulturalisme tahun 2017
- Visioning Indonesia tahun 2022.
Muhaimin Iskandar Tampil di IMGS 2023 Bicara Powerful in Election

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin resmi berpasangan dengan Anies Baswedan sebagai calon wakil presiden (cawapres) di ajang Pilpres 2024. Anies dan Cak Imin mengusung Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) dari gabungan tiga partai pengusung. Yakni Partai Nasdem, PKB, dan PKS.
Cak Imin bakal menjadi pembicara pada gelaran Indonesia Millennial & Gen Z Summit 2023. Ia akan tampil di hari ketiga gelaran IMGS 2023 di sesi ketiga, Minggu (26/11/2023).
Cak Imin akan berbicara tentang VP Candidates: Powerful in Election, Powerful in Action. Pengin tahu profil Cak Imin atau Muhaimin Iskandar? Simak selengkapnya berikut ini.
1. Sukses jadi Ketua DPR termuda

Pria kelahiran 24 September 1966 itu merupakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1991. Ia pernah menjabat sebagai wakil ketua MPR RI.
Pada masa pemerintahaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Cak Imin sempat menduduki posisi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indonesia tahun 2009--2014.
Cak Imin juga pernah menjadi wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bidang industri, perdagangan, dan pembangunan periode 1999-2004. Kala itu, ia menjadi pemimpin termuda di DPR karena berusia 33 tahun.
2. Terkenal dengan aksi kudeta terhadap Gus Dur

Sosok Cak Imin masih dikenal publik sebagai politikus yang mengkudeta pamannya sendiri, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, dari kepemimpinan di PKB pada tahun 2008.
Keluarga Gus Dur sampai sekarang belum legawa menerima peristiwa politik tersebut. Putri Gus Dur, Yenny Wahid, mengaku telah memaafkan sepupunya itu. Meski demikian, secara politik, menurut Yenny, Cak Imin tidak semudah itu berdamai dengan keluarga Gus Dur.
"Tapi kalau dalam hal politik, tidak bisa kemudian hanya sekadar islah, berdamai. Konteksnya seperti apa? Lalu kemudian platform perdamaiannya seperti apa?" ujarnya, 11 Agustus 2023.
3. Polemik gelar Honoris Causa

Cak Imin pernah menerima gelar Doktor Honoris Causa (HC) dari Universitas Airlangga Surabaya. Gelar tersebut diperoleh setelah melalui Sidang Terbuka Penganugerahan Gelar Doktor Honoris. Cak Imin menjadi tokoh kelima yang menerima gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Airlangga Surabaya.
Namun, gelar tersebut menuai protes dari para kampus tersebut. Forum Dosen FISIP Universitas Airlangga menyatakan tiga poin keberatan.
Pertama, kualifikasi dan proses yang tidak sesuai dengan tata cara yang sudah diatur. Kedua, pemberian gelar tidak sesuai Permenristekdikti Nomomr 21 Tahun 2013 dan Peraturan Rektor Unair Nomor 22 Tahun 2015.
Lalu, yang ketiga, proses pemberian gelar dinilai tidak partisipatif, tertutup, tidak memperhatikan aspirasi civitas akademika, serta tidak sesuai dengan tata cara pemberian gelar doktor kehormatan.
4. Gonta-ganti sebutan

Saat PKB secara resmi mendukung Presiden Joko "Jokowi" Widodo maju Pilpres 2019, Cak Imin optimistis ia yang akan menjadi wakil presidennya. Ia percaya diri karena telah dipercaya tokoh agama untuk menjadi cawapres mantan Wali Kota Solo itu.
Sayang, pasangan Presiden Jokowi justru KH Ma'ruf Amin.
"Secara resmi kemarin sudah saya umumkan, yang akan diusung PKB di 2019 adalah Join Join Join, Jokowi-Muhaimin," kata Cak Imin kepada wartawan di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta, saat itu.
Pasca kejadian itu, Cak Imin gencar untuk mem-branding diri untuk ajang Pilpres 2024. Ia sempat mengubah sapaan. Mulai dari Gus AMI, Gus Muhaimin, sampai Gus Imin.
5. Aktivis di kampus UGM

Suami Rustini Murtadho tersebut, menamatkan Madrasah Tsanawiyah Negeri Jombang dan melanjutkan ke Madrasah Aliyah Negeri Yogyakarta I. Tak hanya sebagai murid, Cak Imin memiliki pengalaman kerja sebagai staf pengajar Pesantren Denanyar, Jombang.
Tak heran jika ia dekat dengan dunia santri. Bahkan, sang ayah, Muhammad Iskandar, merupakan guru di Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif, Jombang, Jawa Timur.
Cak Imin pernah bergabung di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Saat berkuliah di UGM, ia sempat terpilih sebagai ketua cabang PMII Yogyakarta pada tahun 1994--1997.
6. Sudah terbitkan lima buku

Cak Imin ikut menunjukkan bakatnya sebagai penulis melalui karya buku yang diterbitkannya.
Buku-bukunya bertemakan seputar demokrasi, pemikiran Gus Dur, multikulturalisme, dan visi untuk Indonesia yang lebih baik. Antara lain sebagai berikut:
Indonesia Millennial and Gen-Z Summit (IMGS) 2023 merupakan sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Millennial dan Gen Z di Tanah Air.
Dengan tema Purposeful Progress, IMGS 2023 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara. IMGS 2023 diadakan pada 24--26 November 2023 di Pulau Satu dan Dome Senayan Park, Jakarta.



















