Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Musim Hujan Datang, Ini PR Pemkot Semarang Antisipasi Banjir

Musim Hujan Datang, Ini PR Pemkot Semarang Antisipasi Banjir
Pengerukan sedimentasi di sungai Semarang. (dok. Pemkot Semarang)
Share Article

Semarang, IDN Times - Memasuki musim hujan Pemerintah Kota Semarang mulai melakukan antisipasi banjir. Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meminta jajarannya untuk mengatasi permasalahan tersebut. 

1. Prioritas pengerukan sedimen

Pembersihan sungai dari sampah di sungai Semarang. (dok. Pemkot Semarang)
Pembersihan sungai dari sampah di sungai Semarang. (dok. Pemkot Semarang)

“Yang pertama kalau musim hujan itu prioritas di sedimen ya, jadi sekarang kan sudah mulai dikeruk-keruk,” ungkap perempuan yang akrab disapa Ita, Minggu (6/10/2024).

Kemudian, lanjut dia, prioritas kedua untuk mengantisipasi banjir adalah menyelesaikan perbaikan saluran-saluran air sesegera mungkin. Lalu, melanjutkan perbaikan jalan berlubang setelah sempat terhenti karena kehabisan stok aspal.

2. Perempelan pohon yang rawan tumbang

Pembersihan sungai dari sampah di sungai Semarang. (dok. Pemkot Semarang)
Pembersihan sungai dari sampah di sungai Semarang. (dok. Pemkot Semarang)

“Kemudian lubang-lubang juga sama. Kemarin kan di perubahan anggaran yang sebelumnya stok dari aspal habis dan sebagainya. Hari ini sudah mulai nambal-nambali lagi,” terangnya.

Selanjutnya, Ita juga meminta jajarannya supaya memperhatikan pohon-pohon besar yang rawan tumbang saat terjadi angin kencang. Untuk itu, perempelan pohon telah dilakukan di beberapa ruas jalan di Kota Semarang.

3. Pengecekan di rumah pompa

Teknologi pemantau banjir dan rob mata pasang atau tide eye terpasang di Rumah Pompa Yos Sudarso Semarang. (Dok. Telkom University)
Teknologi pemantau banjir dan rob mata pasang atau tide eye terpasang di Rumah Pompa Yos Sudarso Semarang. (Dok. Telkom University)

Di samping itu, ia menghimbau agar masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan di musim pancaroba ini.

“Pompa-pompa di rumah pompa (juga dicek). Termasuk pohon-pohon untuk perempelan sehingga nanti di musim hujan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
ANGGUN PUSPITONINGRUM
EditorANGGUN PUSPITONINGRUM

Latest News Jawa Tengah

See More

Guru Honorer Dihapus, Disdik Usul Penerimaan Guru ASN di Semarang

28 Mei 2026, 21:18 WIBNews