Pedas! Harga Cabai Meroket Inflasi di Jateng Capai 0,64 Persen

Semarang, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat inflasi bulan Desember 2021 di Provinsi Jawa Tengah sebesar 0,64 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,3. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 0,57 persen.
1. Cuaca ekstrem sebabkan komoditas pertanian terdampak

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,08 persen.
Kepala BPS Jawa Tengah, Adhi Wiriana mengatakan, memasuki bulan Desember sudah diawali dengan musim hujan yang relatif deras.
‘’Cuaca ekstrem ini menyebabkan beberapa komoditas pertanian terdampak dan ada penurunan produksi bawang merah, cabai dan sebagainya. Selain itu, beras juga naik karena belum musim panen,’’ ungkapnya dalam siaran pers secara online, Senin (3/1/2022).
2. Kenaikan harga cabai rawit picu inflasi

Kenaikan harga cabai rawit, telur ayam ras, cabai merah, daging ayam ras, dan minyak goreng menjadi penyebab inflasi di bulan Desember 2021. Sedangkan, penahan utama inflasi di Jateng adalah penurunan harga pepaya, biaya administrasi transfer uang, emas perhiasan, salak, dan nangka muda.
Adhi menjelaskan, tingkat inflasi tahun kalender Desember 2021 sebesar 1,70 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2021 terhadap Desember 2020) sebesar 1,70 persen.
3. Inflasi Kota Cilacap tertinggi se-Jateng

‘’Dari enam kota IHK di Jawa Tengah, semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Cilacap sebesar 0,82 persen dengan IHK sebesar 106,21. Ini menunjukkan bahwa harga komoditas di Cilacap lebih tinggi dibandingkan kota lainnya,’’ jelasnya.
Sementara, kota dengan inflasi tertinggi disusul oleh Kota Purwokerto sebesar 0,74 persen dengan IHK sebesar 107,15; Kota Surakarta sebesar 0,71 persen dengan IHK sebesar 107,31; Kota Tegal sebesar 0,66 persen dengan IHK sebesar 107,89. Kemudian, Kota Semarang sebesar 0,60 persen dengan IHK sebesar 107,49; dan inflasi terendah terjadi di Kota Kudus sebesar 0,50 persen dengan IHK sebesar 106,32.



















