Pelaku UMKM Geruduk BMT Walisongo Papandayan Tagih Pencairan Uang

- Belasan pelaku usaha UMKM menggeruduk kantor BMT Walisongo Semarang untuk menagih pencairan dana simpanan deposito.
- Pelaku usaha UMKM, seperti Sri Utami, merasa kecewa karena janji pencairan dana tidak dipenuhi meskipun sudah berkali-kali menagih.
- Nasabah lainnya juga mengeluhkan tindakan pimpinan BMT Walisongo yang diindikasi melakukan penggelapan dana nasabah.
Semarang, IDN Times - Belasan pelaku usaha UMKM secara berduyun-duyun menggeruduk kantor pusat BMT Walisongo Semarang di Jalan Papandayan guna menagih pencairan dana yang bersumber dari simpanan deposito mereka.
Kantor koperasi BMT tersebut semula jadi gantungan hidup mereka. Namun tak terduga setahun terakhir operasional BMT mengalami kredit macet.
1. Bolak-balik tagih pencairan dana

Sri Utami adalah segelintir pelaku usaha UMKM yang kerap wara-wiri menagih pencairan dana ke BMT Walisongo. Sebelumnya ia merupakan perajin kaos khas Semarangan yang sering menabung di BMT Walisongo.
"Sudah 60 kali tak terhitung lagi saya bolak-balik ke sini buat nagih ke mereka, janjinya mau dicairkan. Tapi sampai sekarang gak ada hasilnya," kata Uut kepada wartawan, Selasa (4/3/2025).
2. Operasional tidak beres sejak tahun lalu

Uut bilang operasional BMT Walisongo mulai kelihatan tidak beres sekitar Januari 2024 silam. Bahkan ia kerap dipaksa mendepositokan uangnya secara berkala ke BMT tersebut.
Namun ketika dirinya sedang membutuhkan uang untuk modal hidup sehari-hari, pihak BMT Walisongo justru mengeluarkan pernyataan bahwa mereka tidak memiliki kas uang.
"Saya mau ambil uang Rp150 juta sampai sekarang mereka bilang gak ada uangnya. Dijanjikan bulan kemarin cair, pas saya datangi gak diberikan juga. Begitu terus kejadiannya," akunya.
3. Nasib nasabah terkatung-katung

Tak cuma Uut, sejumlah nasabah BMT Walisongo yang tersebar di Kampung Tambaklorok Semarang Utara dan Kampung Tandang juga mengeluhkan tindakan pimpinan BMT Walisongo.
Terdapat juga nasabah yang kadung menabung uang kisaran Rp230 juta bahkan ada penjual kerupuk yang punya tabungan Rp2 miliar, namun nasibnya juga terkatung-katung.
Namun Uut bersama sejumlah nasabah BMT Walisongo lainnya belum berani melapor ke pihak kepolisian meski sebenarnya ada indikasi jika pimpinan BMT Walisongo melakukan penggelapan dana nasabah.
"Nanti pas RAT tanggal 8 (Maret) kita dijanjikan ketemu Pak Yusuf pimpinannya BMT. Nanti tinggal hasilnya kayak apa," katanya.
4. BMT Walisongo: Kami bilang gak ada uang

Evi, Staf Operasional BMT Walisongo Semarang berkata dari total 4.000-an nasabahnya, yang aktif hanya 2.000 orang. Untuk 2.000 nasabah ini ia mengklaim sudah diberitahu seperti apa saja kondisi keuangan yang dialami BMT Walisongo. "Baik dari pertemuan langsung. Maupun dari acara pra RAT kemarin Jumat," akunya.
"Kami sudah bilang kalau gak ada uang. Mereka sudah tahu kok semua kok. Cuman mungkin mereka terus menerus datang kemari karena kecewa aja," kata Evi.


















