Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pelaku Usaha Mikro Kecil di Jateng Diminta Aktif Pakai Medsos Biar Booming
Ratusan peserta UMK Academy. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Pelaku UMK perlu aktif di media sosial untuk menjaring pasar yang lebih luas.
  • Ferry Setiawan mendorong pelaku UMK untuk berinovasi dan merambah ke produk-produk fesyen bergaya etnik.
  • Ada 133 pelaku UMK yang berpartisipasi dalam UMK Academy, dengan lima terpilih akan ikut pameran nasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) yang bergerak di wilayah Jawa Tengah sebaiknya lebih intens menggunakan media sosialnya untuk mengikuti tren pasar yang berkembang saat ini. 

Dorongan itu disampaikan Ferry Setiawan, Owner Bajoekoe ketika menghadiri kopi darat UMK Academy yang diadakan Pertamina Patra Niaga RJBT di Dijawa Resto Jalan Tumpang Raya Semarang, Jumat (16/8/2024). 

1. Pelaku usaha mikro kecil perlu aktif di medsos

Ferry Setiawan, Owner Bajoekoe ketika menghadiri kopi darat UMK Academy yang diadakan Pertamina Patra Niaga RJBT di Dijawa Resto Jalan Tumpang Raya Semarang, Jumat (16/8/2024). (IDN Times/Fariz Fardianto)

Ferry menyebut setiap pelaku usaha mikro kecil perlu berselancar di medsos sebagai langkah untuk menjaring potensi pasar yang lebih luas. 

"Kami mendorong agar pelaku UMK lebih aktif di sosial media. Kami menekankan ke media onlinenya. Karena sekarang era digitalisasi mau gak mau kita harus ikut. Kalau enggak ya nanti tertinggal," kata desainer tersebut. 

2. Bajoekoe kini digemari konsumen luar negeri

Kopdar UMK Academy. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Dirinya mencontohkan seperti bisnis fesyen yang digelutinya selama ini. Ia yang semula menekuni bisnis batik kini lambat laun merambah ke produk-produk fesyen bergaya etnik. 

Produknya pun digandrungi masyarakat luar Jawa bahkan sampai ke Eropa. Orang-orang Paris menggemari desain fesyennya karena bisa memesan ukuran all size. 

"Dari awalnya fesyen desainer lalu produknya sekarang juga merambah ke batik kebaya nantinya menyasar ke etnik. Sekarang pesanan banyak ke luar Jawa, beberapa kali kirim ke Paris, mereka tinggal pesan ukuran sizenya aja. Jadi pasarnya makin meluas," katanya. 

3. UMK Academy untuk menjaring pelaku usaha potensial

Brasto Galih Nugroho, Area Manager Communication and CSR PT Pertamina Patra Niaga RJBT. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Sementara Brasto Galih Nugroho, Area Manager Communication and CSR PT Pertamina Patra Niaga RJBT menyampaikan ada 133 pelaku usaha mikro kecil yang berpartisipasi dalam UMK Academy tahun ini. Mereka rata-rata punya usaha food and beverage (FnB), fesyen, craft, jasa peternakan atau agribisnis usaha-usaha lainnya. 

"Di Jawa Tengah sendiri ada beberapa entitas mengadakan UMK academy. Pertamina Patra Niaga, Kilang Nasional Pertamina, rumah BUMN Temanggung dan rumah BUMN Banjarnegara. Jadi tujuan ini untuk memberi pelatihan, keterampilan, peningkatan ilmu untuk refreshment yang sudah diberikan di bulan Juni kami adakan delapan sesi secara online," terangnya.

Setelah acara tersebut, nantinya ada lima UMK yang dipilih ikut pameran nasional. Menurutnya ajang UMK Academy tahun ini lebih spesial ketimbang tahun sebelumnya lantaran juga melibatkan dari masyarakat umum. 

"Banyak juga yang ikut terlibat acara ini. Nantinya akan diseleksi lima terpilih menjadi peserta pameran nasional. Usahanya rata-rata peserta ini beragam. Levelnya usaha mikro dan kecil," ujar Bastro. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article