Laba Phapros Meroket 511 Persen, Siapkan Obat Antiinflamasi Baru
Laba Phapros Meroket 511 Persen, Siapkan Obat Antiinflamasi Baru

- Phapros membukukan laba bersih Rp14,97 miliar pada semester I 2026, melonjak 511,01% secara tahunan, didorong penjualan produk bermargin tinggi dan efisiensi biaya produksi.
- Penjualan naik 5,37% menjadi Rp482,85 miliar; rasio HPP turun menjadi 49%, margin laba kotor mencapai 50,4%, sementara kas dan setara kas melonjak 215,6% menjadi Rp162,47 miliar.
- Phapros menyiapkan obat NSAID berbentuk serbuk untuk nyeri dan inflamasi penyakit gigi, melengkapi lini kesehatan dentalnya, dengan target peluncuran pada kuartal IV 2026.
B. Meta Title Laba Bersih Phapros (PEHA) Naik 511% di Semester I 2026
C. Meta Description Laba bersih PT Phapros Tbk (PEHA) melonjak 511 persen pada semester I 2026. Capaian ini didorong efisiensi HPP, inovasi produk, dan ekspansi ekspor.
D. Isi Konten Teroptimasi
Semarang, IDN Times - PT Phapros Tbk (PEHA) mencetak rekor pertumbuhan fantastis pada paruh pertama 2026. Laba bersih perusahaan melesat 511,01 persen menjadi Rp14,97 miliar, berbanding lurus dengan berbagai langkah efisiensi dan rencana peluncuran produk medis terbaru.
1. Target Tumbuh Dua Digit Akhir 2026

Aktivitas sejumlah pekerja pabrik PT Phapros Tbk di Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana) Sebagai bagian dari Holding BUMN Farmasi dan Danantara Indonesia, Phapros membukukan kenaikan penjualan sebesar 5,37 persen. Angka tersebut menyentuh Rp482,85 miliar pada semester I 2026.
Direktur Utama PT Phapros Tbk, Intan Abdams Katoppo mengatakan, pencapaian tersebut bersumber dari penjualan produk bermargin tinggi dan penekanan Harga Pokok Penjualan (HPP). Rasio HPP terhadap penjualan turun menjadi 49 persen dari sebelumnya 52 persen. Kondisi itu membuat margin laba kotor naik ke posisi 50,4 persen.
"Phapros berhasil menjaga tren pertumbuhan kinerja keuangan. Kami optimistis bahwa kinerja laba Phapros akan terus bertumbuh lebih dari 2 (dua) digit hingga akhir tahun 2026. Untuk itu, kami konsisten menjalankan strategi perusahaan untuk terus memperkuat inovasi dan profitabilitas," katanya dilansir keterangan resminya Rabu (2/9/2026).
Arus kas perusahaan juga terpantau kuat, berada di angka Rp162,47 miliar, melambung 215,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Total aset perseroan ikut terkerek naik mencapai Rp1,45 triliun per 30 Juni 2026.
2. Fokus Inovasi Obat Antiinflamasi Dental

Sejumlah obat TBC produksi PT Phapros Tbk. (IDN Times/Dhana Kencana) Dalam upaya memperluas portofolio bisnis, manajemen Phapros sedang merampungkan inovasi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) berbentuk serbuk. Obat itu secara spesifik menargetkan penanganan nyeri dan inflamasi pada kasus penyakit gigi (dental), sekaligus melengkapi lini produk anestesi Pehacaine yang sudah beredar kuat di pasaran. Inovasi tersebut dijadwalkan meluncur pada kuartal IV 2026.
"Pengembangan produk baru merupakan bagian dari komitmen Phapros untuk terus berinovasi dan menjawab kebutuhan masyarakat. Kami berharap produk ini dapat segera diluncurkan dan memberikan kontribusi positif, baik bagi kesehatan masyarakat maupun bagi pertumbuhan bisnis perusahaan," tutur Intan.
3. Target Ekspor Paruh Kedua 2026

Pabrik PT Phapros Tbk di Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana) Dari sisi pasar global, produsen farmasi ini menargetkan pengiriman produk senilai Rp5 miliar ke Filipina, Timor Leste, dan Kamboja sepanjang kuartal III dan IV 2026. Produk andalan ekspor perusahaan meliputi analgesik, antibiotik, anti-TB, multivitamin, hingga obat antimabuk perjalanan. Manajemen mematok target pertumbuhan penjualan ekspor dua digit untuk mendukung kekuatan bisnis domestik pada masa mendatang.
Bagi para investor dan pemerhati sektor kesehatan, langkah strategis Phapros memperlihatkan prospek cerah industri farmasi dalam negeri. Mari dukung dan pantau terus laju bisnis emiten PEHA dalam menghadirkan inovasi medis yang relevan bagi masyarakat luas.





















