Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pengakuan Teman Korban Penembakan di Semarang: Dia Bukan Kreak!
Direktur LBH Petir, Zainal Abidin Petir bersama para siswa SMKN 4 Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Semarang, IDN Times - Sejumlah siswa SMKN 4 Semarang merespon kejadian penembakan yang menewaskan korban berinisial GRO. Berdasar pengakuan sejumlah siswa, korban semasa hidupnya kenal baik, gampang bergaul dan tidak neko-neko. 

 

1. Siswa SMKN 4: Dia tidak terlibat kreak

Aktivitas siswa-siswi SMKN 4 Semarang di jam belajar siang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Nawaf Ahmad Maulana siswa kelas XI SMKN 4 Semarang mengaku mengenal dekat sosok korban. 

"Dia itu baik terus periang juga. Kalau lagi gak mood dia tetap senyum. Terus kalau pas sedih dia juga tetap keliatan bahagia. Dan kelihatannya selama ini dia tidak terlibat kreak," kata Nawaf saat ditemui di ruang meeting sekolahan, Selasa (26/11/2024).

2. Kronologi sebelum penembakan

ilustrasi paskibra (pexels.com/Gabriel Judas)

Selain itu, Alfian Arif, teman korban juga menuturkan dirinya terakhir kali bertemu korban usai latihan Paskibraka di MAJT Minggu sore (24/11/2024). 

Setelahnya korban pamitan untuk bermain ke rumah temannya kisaran jam 17.00 WIB sore. 

"Terakhir ketemu habis latihan di Masjid Agung. Itu jam 5 sore. Terus pamit mau main. Dia kalau main palingan ke tempat game, nongkrong di kafe-kafe. Infonya dari teman-teman, habis pulang silat malamnya dia sempat main terus kesenggol mobil gitu," ungkapnya. 

"Tapi dia sebenarnya kalau di sekolahan itu oorangya baik. Dia juga gak pernah bolos. Soalnya sangat aktif. Absennya kalau pas sakit," kata siswa Jurusan Teknik Mesin tersebut. 

3. Kita kehilangan teman yang baik kayak dia

Aktivitas siswa-siswi SMKN 4 Semarang di jam belajar siang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Di tempat yang sama, Zaskia Amrina,  siswi Kelas XI TKL 1 SMKN 4 Semarang dirundung kesedihan mendalam dengan meninggalnya korban. Sebab, setahunya korban pribadi yang supel dan sering bercanda di sekolah. 

Apalagi korban selama ini juga jauh dari kesan arogan. Justru berkali-kali korban kerap memposting kegiatannya saat mengaji maupun ketika mengikuti acara pengajian. 

Oleh karenanya, dirinya tak terima kalau korban disebut-sebut terlibat tawuran. "Sering lihat postingannya di IG kalau dia memang sering pengajian gitu. Makanya sebagai teman saya jelas gak terima (kalau korban dituduh ikut tawuran). Tapi gak tahu juga ya kejadiannya gimana," kata dara berusia 16 tahun tersebut. 

"Ya kita berdoa aja buat teman-teman semoga dibukakan jalan yang terbaik (oleh Allah SWT). Kalau buat saya pribadi pastinya sangat sedih, soalnya dia anaknya baik banget, terutama juga ekstrovert. Jadinya kita semua kehilangan teman kayak dia. Karena dia juga suka menghibur," paparnya. 

Editorial Team

Related Article