Penutupan Tanggul Sungai Wulan yang Jebol Ditarget Rampung Sepekan

Demak, IDN Times - Status tanggap darurat bencana banjir ditetapkan di Kabupaten Demak menyusul banjir yang melanda 13 kecamatan di Kabupaten Demak.
Bupati Demak Eisti'anah mengatakan status tanggap darurat ditetapkan selama 14 hari, mulai tanggal 17 Maret 2024. "Penetapan status tanggap darurat dimulai tanggal 17 Maret 2024 hingga 14 hari ke depan," Eisti'anah.
Akibat banjir Jalur Pantura Demak-Kudus, Jawa Tengah, terputus akibat jebolnya tanggul kiri Sungai Wulan sehingga menggenangi jalur yang selalu padat kendaraan tersebut, Minggu.
1. Status tanggap darurat mudahkan Kementerian PUPR gelontorkan anggaran penanganan bencana

Banjir yang melanda wilayah Demak salah satu penyebabnya yakni akibat jebolnya tanggul kiri Sungai Wulan di Dukuh Norowito, Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak.
Puluhan ribu warga Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Minggu, mengungsi setelah tanggul Sungai Wulan kembali jebol menyusul meningkatnya debit air sungai tersebut.
Warga mulai mengungsi sejak Minggu, karena pada pukul 02.00 WIB diinformasikan untuk mengungsi, setelah tersiar informasi tanggul Sungai Wulan kembali jebol.
Dengan ditetapkannya status tanggap darurat tersebut Kementerian PUPR bisa leluasa menggelontorkan anggarannya untuk mendukung pengerjaan perbaikan tanggul Sungai Wulan.
Pelaksana tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak M. Agus Nugroho Luhur P menambahkan bahwa pemkab sejak Desember 2023, sudah menetapkan status siaga darurat bencana, karena sebelumnya siaga darurat bencana kekeringan selesai bulan 31 November 2023.
2. Demak telah tetapkan status tanggap darurat sejak Februari

Tanggal 8 Februari 2024, terjadi banjir besar, sehingga statusnya dari siaga dinaikkan menjadi tanggap darurat bencana selama 14 hari.
"Karena 14 hari belum cukup, saran dari BNPB dan BPBD Provinsi akhirnya diperpanjang 14 hari lagi. Setelah selesai tanggal 4 Maret 2024 dan selesai bersih-bersih tempat yang banjir, tanggal 13 Maret 2024, tanggul sungai di Demak jebol dan Bugel juga belum maksimal penutupanya, tanggulnya jebol lagi," ujarnya.
"Kami tentu punya kewajiban melakukan evakuasi warga untuk disiapkan tempat pengungsian yang nyaman, makan dan minum, serta kesehatannya juga terjaga. Kami juga buka penerimaan bantuan dari masyarakat untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi yang jumlahnya mencapai 25.000-an jiwa," ujarnya.
3. Target sepekan tutup tanggul Sungai Wulan yang jebol

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyatakan berdasarkan informasi dari Balai Besar Wilayah Pemali Juana (BBWS) menyebutkan penutupan tanggul kiri Sungai Wulan membutuhkan waktu sekitar lima hari atau paling lambat sepekan.
Sementara untuk mengurangi genangan banjir, maka akan disiapkan mesin pompa penyedot air. Tak kurang 30-an mesin pompa bakal dikerahkan untuk mengatasi genangan air.
Selain itu BNPB juga akan membuat posko gabungan dan diterjunkan pejabat eselon satu, guna memastikan pengungsi betul-betul bisa dipenuhi kebutuhannya.
"Penanganan jangka panjang akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR, bahwa tanggul perlu diperkuat dengan bahan yang kuat. Kenapa jebol lagi karena tanah tanggulnya belum keras, cuaca hujan turun deras, sehingga jebol lagi," ujarnya.
4. Sebanyak 9 daerah di Jateng ditetapkan tanggap darurat bencana

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto menyatakan telah menetapkan sembilan wilayah kabupaten/kota di Jawa Tengah sebagai kawasan tanggap darurat bencana.
Hal ini menurut Suharyanto tak lepas dari banyaknya rentetan bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut dalam kurun waktu bersamaan.
"Kemudian ini juga menetapkan sembilan kabupaten/kota tanggap darurat. Tentu saja pemerintah hadir sesuai arahan bapak presiden. Kita turun langsung memberikan bantuan kebutuhan dasar bagi para penyintas korban. Kebutuhan dasar pengungsi ini harus benar-benar dipenuhi," tutur Suharyanto usai rakor penanganan kebencanaan di Gedung B Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Senin (18/3/2024).
5. Masyarakat diminta waspada bencana

Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan seiring penetapan sembilan kabupaten/kota dengan status tanggap darurat bencana.
"Kewaspadaan dan kesiapsiagaan harus ditingkatkan. Kami juga sudah menyiapkan untuk evakuasi, posko kesehatan kami 'stand by' terus, dan bantuan-bantuan kepada masyarakat," kata Nana, di Semarang, Senin.
Berdasarkan perkiraan BMKG, kata dia, cuaca ekstrem masih memungkinkan terjadi hingga 20 Maret 2024, setelah itu baru terjadi tren penurunan curah hujan dan masa peralihan atau pancaroba baru periode April-Mei.


















