Grobogan, IDN Times - Sebanyak 2.412 pelanggan listrik di Kabupaten Grobogan terdampak banjir. Saat ini PLN berusaha untuk mengamankan sekaligus memulihkan sistem kelistrikan di lokasi bencana tersebut.
PLN Pulihkan Kelistrikan di Grobogan, 2.412 Pelanggan Terdampak Banjir

Intinya sih...
PLN pulihkan kelistrikan di Grobogan setelah 2.412 pelanggan terdampak banjir.
Perusahaan berusaha mengamankan dan memulihkan sistem listrik di lokasi bencana.
Banjir di Kabupaten Grobogan menyebabkan dampak besar terhadap pasokan listrik.
1. Sistem kelistrikan di Grobogan terdampak
Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan pada Senin (16/2/2026) itu mengakibatkan tanggul jebol dan memicu banjir di sejumlah titik, termasuk Desa Tinanding. Kondisi tersebut berdampak pada sistem kelistrikan PLN, terutama akibat genangan air serta tiang listrik yang rusak dan miring.
Pada awal kejadian cuaca ekstrem, tercatat sebanyak 335 pelanggan terdampak. Namun, setelah tanggul jebol dan debit air meningkat, jumlah pelanggan terdampak bertambah menjadi 2.412 pelanggan yang tersebar bersumber dari 36 trafo dan dua penyulang listrik PLN.
Sebagai langkah antisipatif dan demi keselamatan masyarakat, PLN segera mengamankan sistem kelistrikan dengan menghentikan sementara aliran listrik di wilayah terdampak hingga kondisi banjir berangsur surut dan dinyatakan aman.
2. Sudah 72 persen pasokan listrik dipulihkan
Hingga Selasa (17/2/2026) pukul 09.00 WIB, PLN telah berhasil memulihkan pasokan listrik terhadap 1.742 pelanggan dengan progress sebanyak 72 persen dari total jumlah pelanggan terdampak banjir. Sementara itu, sebanyak 536 pelanggan masih dalam proses penormalan dengan mempertimbangkan kondisi keamanan di lapangan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Bramantyo Anggun Pambudi mengatakan, bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan kondisi darurat ini.
“PLN bergerak cepat mengamankan instalasi kelistrikan untuk mencegah potensi bahaya akibat genangan air. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mendekati instalasi listrik yang terdampak banjir. Petugas kami terus bersiaga untuk melakukan percepatan pemulihan setelah kondisi dinyatakan aman,” ungkapnya, Selasa (17/2/2026).
3. Siagakan akses listrik di tempat pengungsian
Selain itu, PLN juga menyiagakan akses listrik untuk mendukung operasional tempat-tempat pengungsian guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
PLN terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait dalam proses penanganan banjir serta pemulihan kelistrikan secara bertahap.
Masyarakat diimbau segera melaporkan potensi bahaya kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123 apabila menemukan kondisi instalasi listrik yang terdampak banjir dan tetap waspada akan adanya curah hujan ekstrem yang berpotensi mengakibatkan banjir susulan.