Semarang, IDN Times - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah menyiagakan 3.888 personel untuk memastikan sistem kelistrikan aman pada momentum Lebaran 2026 atau Idulfitri 1447 Hijriyah. Mereka akan bertugas menjaga keandalan pasokan listrik selama periode tersebut.
PLN Siagakan 3.888 Personel Jaga Keandalan Listrik Saat Lebaran 2026

1. Proyeksi beban puncak listrik sebesar 3.866 MW
Sesuai proyeksi beban puncak listrik di wilayah Jateng sebesar 3.866 MW, sistem kelistrikan memiliki daya mampu pasok mencapai 7.203 MW. Sehingga, tersedia cadangan daya sebesar 3.337 MW atau reserve margin 46,33 persen yang cukup untuk menjaga keandalan pasokan listrik selama periode perayaan Idul Fitri.
Sebanyak 3.888 personel siaga akan diterjunkan pada momentum Lebaran 2026, yang terdiri dari 3.440 tenaga alih daya, 358 pegawai PLN, serta 90 personel Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB). Seluruh personel disiagakan untuk memastikan pelayanan kelistrikan tetap optimal serta mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan di lapangan.
Kesiapan ini juga didukung dengan berbagai peralatan operasional, antara lain 99 posko siaga, 84 unit genset, 43 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 141 unit Unit Gardu Bergerak (UGB), 284 mobil operasional, serta 403 sepeda motor operasional yang tersebar di berbagai wilayah kerja PLN UID Jawa Tengah.
2. Pengamanan pasokan listrik di 296 lokasi prioritas
General Manager PLN UID Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi mengatakan, selain menjaga keandalan sistem, pihaknya juga melakukan pengamanan pasokan listrik pada 296 lokasi prioritas yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.
Lokasi tersebut meliputi 76 tempat ibadah, 126 instansi pemerintah, 19 tempat wisata, 23 rest area, serta 52 pusat transportasi seperti bandara, stasiun, terminal, dan pelabuhan.
"Langkah pengamanan keandalan pasokan listrik ini dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga mudik Lebaran dapat berjalan dengan nyaman tanpa gangguan kelistrikan." ungkapnya, Kamis (12/3/2026).
Selanjutnya, seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia, PLN UID Jawa Tengah juga memastikan kesiapan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di jalur-jalur strategis.
3. 305 unit SPKLU tersedia di jalur mudik
Bramantyo menerangkan, saat ini terdapat 305 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 192 lokasi di wilayah Jateng, dengan berbagai tipe pengisian mulai dari Ultra Fast Charging, Fast Charging, Medium Charging hingga Standard Charging yang telah melalui pengecekan dan pengujian guna memastikan operasional berjalan optimal.
Khusus untuk mendukung perjalanan mudik kendaraan listrik di jalur Tol Trans Jawa wilayah Jawa Tengah, PLN telah menyiapkan 79 unit SPKLU yang tersebar di 24 rest area. Infrastruktur pengisian daya tersebut terdiri dari 5 unit Ultra Fast Charging, 17 unit Fast Charging, 29 unit Medium Charging, dan 28 unit Standard Charging, sehingga pemudik pengguna kendaraan listrik dapat melakukan pengisian daya dengan mudah, cepat, dan nyaman sepanjang perjalanan.
"Melalui kesiapan sistem kelistrikan, dukungan ribuan personel, serta infrastruktur pengisian kendaraan listrik yang semakin luas, kami berkomitmen menghadirkan layanan kelistrikan yang andal guna mendukung kelancaran ibadah Ramadan, aktivitas masyarakat, serta perjalanan mudik Idulfitri 1447 Hijriyah,’’ katanya.
Sementara, PLN juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi PLN Mobile sebagai kanal layanan utama untuk mendapatkan informasi kelistrikan maupun melaporkan gangguan secara cepat dan mudah.