Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Polda Jateng Periksa Senior PPDS Anestesi dan Keluarga Dokter ARL

Polda Jateng Periksa Senior PPDS Anestesi dan Keluarga Dokter ARL
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto saat merespon tawuran di Semarang Utara. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Share Article

Semarang, IDN Times - Aparat kepolisian memanggil sejumlah dokter senior PPDS anestesi di RSUP dr Kariadi Semarang untuk dijadikan saksi dalam kasus kematian dokter ARL.

1. Dugaan kuat terjadi bullying pada dokter ARL

Ilustrasi dituding (pixabay.com/Gerd Altmann)
Ilustrasi dituding (pixabay.com/Gerd Altmann)

Seperti diketahui, dokter ARL meninggal dunia setelah menyuntikkan obat bius secara berlebihan pada tubuhnya. Ada dugaan kuat faktor meninggalnya dokter ARL juga akibat bullying

"Saksi yang diperiksa cukup banyak. Lebih (dari 10). Meliputi teman-temannya satu angkatan yang kerja di pihak rumah sakit. Pihak keluarga dimintai keterangan. Ya senior seniornya juga diambil keterangan penyelidikan. Tinggal kita lakukan pendalaman," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto, Jumat (30/8/2024). 

 

2. Minta dokter PPDS untuk berani lapor

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Pihaknya saat ini sedang mensinkronkan keterangan para saksi dengan kenyataan di lapangan. Selanjutnya setelah semua keterangan para saksi terkumpul maka dilakukan penyelidikan lebih mendalam. 

"Untuk isu perundungan tersebut akan dilakukan pendalaman dan dilakukan sinkronisasi di lapangan," terangnya.

Bagi para dokter yang menjalani program pendidikan PPDS anestesi di RS Kariadi, ia menyarankan supaya berani melaporkan tindakan bullying yang dilakukan seniornya. Laporan bisa melalui Kemenkes maupun pihak kepolisian terkait. 

"Kita harapkan teman-teman mahasiswa PPDS yang mengalami perundungan untuk laporkan ke Kemenkes atau ke kepolisian. Sebagai bahan mendalami perundungan," terangnya. 

3. Senior PPDS diminta tak takut beri keterangan

Gambar tangan dokter (Pexels.com/KarolinaKaboompics)
Gambar tangan dokter (Pexels.com/KarolinaKaboompics)

Sementara bagi para dokter senior diharapkan memberikan pernyataan terbuka saat dimintai keterangannya oleh kepolisian.

Sebab keterangan dari para dokter senior terutama dari program PPDS anestesi sangat bermanfaat untuk mendukung bahan penyelidikan kasus kematian dokter ARL agar bisa dikerjakan sampai tuntas. 

"Saya harap senior PPDS tidak usah takut untuk kasus yang seperti ini. Kita akan lakukan perubahan yang besar. Informasi apapun sangat bermanfaat bagi kita untuk ditindaklanjuti. Kita jamin identitas kita jamin keamanan dan tetap bisa melakukan pendidikan lebih lanjut," tandasnya. 

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More

5 Persiapan MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang, Ada Peluncuran Maskot

28 Jun 2026, 03:00 WIBNews