ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Politusi PDIP tersebut mengatakan jika reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif sepenuhnya presiden. Ia yakini jika Presdien Jokowi sangat paham dengan kompetensi para pembantunya tersebut.
"Menurut saya monggo monggo saja, karena situasi saat ini membutuhkan kebersamaan dari pemerintah kabinet. Jangan sampai pak Jokowi ini punya menteri, tapi nggak punya kabinet," katanya..
Lebih lanjut, Aria Bima menilai jika para menteri harus diarahkan agar juga menjadi anggota kabinet untuk menyelesaikan banyak hal sampai masa jabatan Presiden berkahir pada Oktober 2024 mendatang. Ia juga meminta pada menteri bisa membaca situasi terutama saat ini.
"Pak Jokowi butuh kabinet yang solid, bukan hanya menteri yang kompeten. Terutama pada hal hal yang menyangkut masalah pangan, logistik dan energi. Ini situasi tidak dalam kondisi normal, baik global maupun nasional," katanya.