Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Potensi Besar, Tapi 63 Desa di Jateng Gagal Bentuk BUMDes karena SDM
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen bersama perangkat Desa Ayamputih Kebumen melihat potensi perekonomian warga. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
  • Dispermadescapil Jateng mencatat ada 7.747 BUMDes aktif, namun 63 desa belum memiliki BUMDes karena keterbatasan dan ketidaksiapan sumber daya manusia untuk mengelola usaha desa.
  • Beberapa desa tanpa BUMDes sebenarnya punya potensi ekonomi besar, tetapi warga enggan mengelola karena pendapatan dari BUMDes dianggap belum cukup menjamin kesejahteraan pengelolanya.
  • Pemerintah mendorong sinergi antara BUMDes dan Kopdes agar saling memperkuat perekonomian desa, mencontoh keberhasilan Desa Wisata Kalikesek dan Ponggok yang mampu meningkatkan PAD daerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
23 Juli 2026

Kepala Dispermadescapil Jawa Tengah, Nadi Santoso, menyampaikan bahwa terdapat 7.747 BUMDes aktif di provinsi tersebut dan 63 desa belum memiliki BUMDes karena kendala SDM. Ia mencontohkan keberhasilan Desa Wisata Kalikesek dan Desa Wisata Ponggok dalam mengelola potensi ekonomi lokal.

tahun ini

Nadi Santoso berharap dana desa yang sebelumnya digunakan untuk Kopdes dapat dialihkan kembali untuk pembangunan infrastruktur agar pengelolaan ekonomi desa lebih optimal.

kini

Pemerintah Jawa Tengah mendorong sinergi antara BUMDes dan Kopdes Merah Putih yang sedang dibangun agar saling melengkapi dalam memperkuat perekonomian desa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sebanyak 63 desa di Jawa Tengah gagal membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) karena terkendala kesiapan sumber daya manusia meski memiliki potensi ekonomi yang besar.
  • Who?
    Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pencatatan Sipil (Dispermadescapil) Jawa Tengah, Nadi Santoso, bersama pemerintah desa serta masyarakat setempat yang belum membentuk BUMDes.
  • Where?
    Peristiwa ini terjadi di wilayah Provinsi Jawa Tengah, dengan contoh keberhasilan BUMDes di Desa Wisata Kalikesek, Kecamatan Limbangan Kendal, dan Desa Wisata Ponggok, Kabupaten Klaten.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Kamis, 23 Juli 2026, saat Dispermadescapil Jateng merilis data terbaru mengenai jumlah BUMDes yang aktif dan yang belum terbentuk.
  • Why?
    Kegagalan pembentukan BUMDes disebabkan oleh kurangnya minat warga untuk mengelola usaha desa karena pendapatan dianggap tidak mencukupi serta keterbatasan kemampuan SDM lokal.
  • How?
    Pemerintah daerah mendorong sinergi antara pengelola BUMDes dan Kopdes agar saling melengkapi unit usaha serta memanfaatkan dana desa untuk memperkuat infrastruktur dan perekonomian lokal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Jawa Tengah ada banyak desa yang punya usaha namanya BUMDes. Tapi ada 63 desa yang belum bisa bikin karena orang-orangnya belum siap ngurusin. Katanya mereka takut tidak dapat uang cukup kalau kerja di situ. Pak Nadi bilang desa-desa itu sebenarnya punya potensi bagus dan dia mau warga semangat supaya ekonomi desa jadi maju.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Meskipun terdapat 63 desa di Jawa Tengah yang belum membentuk BUMDes karena kendala SDM, data menunjukkan bahwa ribuan desa lainnya telah berhasil menjalankan BUMDes secara aktif dan bahkan ribuan sudah berbadan hukum resmi. Keberhasilan contoh seperti Desa Wisata Kalikesek dan Ponggok memperlihatkan potensi besar ekonomi lokal serta semangat kolaborasi yang terus tumbuh melalui sinergi antara BUMDes dan Kopdes.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pencatatan Sipil (Dispermadescapil) Jawa Tengah menyebutkan terdapat 7.747 wilayah desa yang memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Dari ribuan BUMDes, Dispermadescapil mencatat yang sudah berbadan hukum resmi sebanyak 6.646 BUMDes. Sedangkan masih ada 1000 lebih yang punya badan hukum resmi.

Namun diluar itu masih ada 63 desa yang tidak memiliki BUMDes lantaran terkendala kesiapan sumber daya manusia (SDM).

"Di Jawa Tengah ada 7.747 BUMDes yang saat ini beroperasi atau aktif. Kemudian masih ada 63 desa yang terpantau tidak memiliki BUMDes. Ini semata karena ada persoalan kesiapan SDM. Artinya ada beberapa desa yang melaporkan kepada kami kalau warganya tidak ada yang mau mengelola BUMDes," kata Nadi Santoso, Kepala Dispermadescapil Jateng kepada IDN Times, Kamis (23/7/2026).

Ia menyebut desa-desa yang tidak punya BUMDes sebetulnya memiliki potensi ekonomi yang besar.

Meski begitu keengganan warga dalam mengelola BUMDes lebih disebabkan sumber pendapatan yang dianggap tidak bisa menghidupi setiap pengelola.

Pihaknya pun mendorong setiap elemen masyarakat untuk membangkitkan potensi ekonomi desa agar dapat dikelola dalam bentuk BUMDes.

Ia mencontohkan BUMDes yang punya pengelolaan bagus seperti Desa Wisata Kalikesek di Kecamatan Limbangan Kendal maupun Desa Wisata Ponggok Klaten justru sanggup menyumbang PAD tiap kabupaten.

Desa Wisata Kalikesek yang mengandalkan wisata air hampir saban tahun memberikan THR bagi warga setempat. Desa Wisata Ponggok bahkan memiliki omzet lebih Rp1 miliar berkat ketekunan mengelola wisata umbul.

"Cuman sayangnya walaupun sudah paham potensinya, masih ada masyarakat di beberapa desa tidak mau kelola BUMDes karena harus minta gaji atau gimana. Ya harapannya dana desa yang selama ini belakangan dipakai buat Kopdes, tahun ini bisa digunakan untuk infrastruktur kembali," jelasnya.

Dengan keberadaan Kopdes Merah Putih yang mulai dibangun, katanya diharapkan tidak tumpang tindih dengan sistem pengelolaan BUMDes.

Ia menyarankan kepada tiap pengelola BUMDes dan Kopdes untuk bersinergi agar dapat saling melengkapi unit usahanya.

"Baik BUMDes maupun Kopdes ini harapannya bisa bersinergi memperkuat perekonomian desa. Bisa kok BUMDes perkuat Kopdes dan Kopdes perkuat BUMDes," kata Nadi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article