Purwokerto, IDN Times - Aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Mapolresta Banyumas pada Selasa (12/5/2026) kembali menyita perhatian. Mereka menuntut keadilan atas dugaan penganiayaan, pengeroyokan, penyekapan, hingga tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) yang terjadi di lingkungan kampus.
Alih alih hanya memuji aksi mahasiswa, Praktisi hukumTribhata Banyumas justru menyoroti tanggung jawab besar pihak kampus. Menurut mereka, demonstrasi ini jadi momentum penting untuk mengingatkan bahwa “ruang aman” yang sering digaungkan kampus selama ini harus dibuktikan dengan tindakan nyata, bukan sekadar narasi indah.
"Mahasiswa berani turun ke jalan untuk kontrol publik dan perlindungan korban. Ini harus diapresiasi, namun perlu ditegaskan bahwa sorotan tak boleh hanya ke polisi. Pihak kampus juga harus dievaluasi keras,"kata Nanang.
Tribhata menilai selama ini kampus terlalu nyaman dengan citra humanis dan akademik yang aman, padahal kasus kekerasan terus muncul. "Kalau kampus benar benar melindungi mahasiswa, kenapa kasus seperti ini masih terjadi dan prosesnya terasa lambat?,"tegasnya.
