Program RTLH Sasar 65 Rumah Terdampak Puting Beliung di Kota Semarang

- Sebanyak 65 rumah di Kelurahan Gedawang, Banyumanik, Semarang terdampak puting beliung dan akan direnovasi lewat program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
- Wali Kota Agustina Wilujeng memastikan bantuan darurat seperti sembako, terpal, tempat tidur sementara, dan uang tunai segera disalurkan kepada warga terdampak.
- Warga Gedawang menunjukkan semangat gotong royong dengan kerja bakti massal memperbaiki rumah rusak, mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Semarang.
Semarang, IDN Times - Sebanyak 65 rumah terdampak bencana puting beliung di RT 5 RW 3 Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang akan direnovasi melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
1. Pastikan bantuan darurat segera dilaksanakan

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng memastikan bantuan darurat dan perbaikan rumah segera dilaksanakan oleh dinas terkait.
"Saya berterima kasih kepada warga masyarakat karena gercep. Jadi sore itu saya dapat kabar, setelah sampai di sini ternyata warga masyarakat sudah langsung bergotong-royong, teman-teman BPBD dan Disperkim juga langsung memetakan bantuan darurat," ujar Agustina di sela-sela tinjauan di lokasi permukiman terdampak, Rabu (8/4/2026).
2. Sebanyak 29 rumah rusak parah

Bencana puting beliung yang terjadi pada Senin (30/3/2026) tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan mulai dari taraf ringan hingga berat. Berdasarkan data sementara, terdapat 65 rumah yang terdampak di wilayah tersebut, dengan 29 rumah di antaranya mengalami kerusakan yang cukup parah.
Guna meringankan beban keluarga yang terdampak, Pemerintah Kota Semarang telah mendistribusikan berbagai bantuan logistik mulai dari sembako, terpal, hingga tempat tidur sementara.
"Ada juga bantuan uang tunai. Nah, yang harus direnovasi akan masuk dalam daftarnya Disperkim untuk RTLH, mudah-mudahan tim surveinya itu tidak lama karena ini memang sebuah kebutuhan," kata Agustina.
3. Warga kerja bakti massal

Walikota Juga memberikan apresiasi khusus terhadap kearifan lokal warga Gedawang yang menunjukkan sikap guyub rukun dalam membantu sesama saat terjadi bencana. Kerja bakti massal terlihat masih berlangsung di lokasi untuk memperbaiki atap-atap rumah warga yang rusak akibat hempasan angin kencang.
"Sekali lagi saya terima kasih, nomor satu kepada warga masyarakat yang guyub rukun, yang kedua kepada tim Pemkot yang terjun, dan kepada keluarga yang tertimpa bencana kami sampaikan keprihatinan," pungkasnya.

















