KITB Klaim Sedang Kembangkan Industri Padat Karya 47 Persen

- KITB mengembangkan industri padat karya 47 persen dan padat teknologi 53 persen dengan total 93 tenant, investasi Rp23 triliun, serta lahan tersewa seluas 442,2 hektare.
- Kawasan Industri Terpadu Batang akan dilengkapi twin parks, data center, sunpark village, arena olahraga, hotel, hingga rusunawa 20.000 unit untuk mendukung ekosistem industri modern.
- Menteri PPN menilai KITB layak jadi kawasan percontohan nasional dengan potensi setara kawasan internasional, sementara Wagub Jateng menegaskan kontribusinya bagi ekonomi dan pariwisata daerah.
Batang, IDN Times - Pengelola Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) sedang berusaha memperluas lokasi pabrik-pabrik padat karya dan area pabrik padat teknologi.
Direktur Utama Indrustropolis Batang atau KITB, Anak Agung Putu Ngurah Wirawan mengatakan, saat ini jenis industri yang dikembangkan meliputi padat karya 47 persen dan padat teknologi 53 persen.
"Saat ini terdapat ada 93 tenant, dengan total investasi Rp23 triliun. Adapun total luas lahan tersewa sebesar 442,2 hektare," tuturnya, di sela kunjungan Menteri PPN/Kepala Bappenas di Kawasan Industri Terpadu Batang, Selasa (28/4/2026).
Pada kawasan ini akan dikembangkan juga two countries twin parks seluas 500 hektare, data center 28 hektare, sunpark village, golf couyrse dan horse race arena seluas 200 hektare.
Selain itu ada juga hotel, cinema, dryport, sport center, shophouse, rusunawa 20.000 unit, serta commercial compound.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy menyampaikan, keberadaan KITB layak menjadi kawasan percontohan. Ada beberapa keunggulan di Batang yang dia nilai tidak kalah dengan kawasan lain di skala internasional.
Menurut dia, tidak berlebihan jika Presiden Prabowo Subianto menargetkan KITB akan menjadi Shenzhen-nya Indonesia. Apalagi, industri yang dikembangkan di kawasan tersebut bukan sekadar padat karya, tetapi juga mengembangkan data center.
Wagub Jateng Gus Yasin Maimoen mengatakan, pertumbuhan ekonomi di kawasan industri ini terus meningkat. Sehingga, mampu menjadi penopang perekonomian warga setempat.
Menurut dia, pembangunan KITB dirancang untuk berbagai sektor. Salah satunya adalah untuk kawasan pariwisata. Hal itu sejalan dengan tema Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Tengah 2027, yaitu tentang pariwisata plus ekonomi syariah.


















