Semarang, IDN Times - Para pemudik Lebaran yang hendak masuk atau melintas di Jawa Tengah, diminta untuk waspada. Sebab, curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, diperkirakan masih berpotensi terjadi selama sepekan ke depan. Wilayah Jawa Tengah, saat ini secara umum telah memasuki musim peralihan dari hujan ke kemarau.
Puncak Mudik, Wilayah Jateng Berpotensi Terjadi Cuaca Ekstrem

1. Potensi hujan terjadi jelang sore hingga awal malam hari
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo mengingatkan potensi cuaca ekstrim yang diprakirakan terjadi di wilayah Jawa Tengah saat puncak arus mudik Lebaran 2025. Potensi hujan sedang hingga lebat secara umum akan terjadi di hampir seluruh Jawa Tengah. Potensi hujan akan terjadi pada siang menjelang sore hingga awal malam hari.
"Waspadai ekskalasi cuaca ekstrim yang diprakirakan terjadi pada periode antara 26 sampai 30 Maret 2025," katanya. "Durasinya berkurang dibanding sebelumnya, hanya sekitar dua sampai tiga jam," tambahnya.
Dia mengimbau pemudik yang akan melakukan perjalanan agar bisa membaharui informasi perkembangan cuaca melalui layanan digital Weather for Traffic pada laman BMKG. Menurut dia, informasi cuaca di sepanjang jalur darat di wilayah Jawa Tengah tersedia pada aplikasi tersebut.
2. Hujan deras di sekitar pegunungan dan banjir rob di kawasan Pantura
Sementara itu Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati Minggu (23/3/2025) menjelaskan, kondisi cuaca di Jawa Tengah secara umum sudah melandai. Curah hujan mulai menurun dibandingkan beberapa pekan lalu. Namun masih ada kemungkinan sewaktu-waktu dapat terjadi hujan dengan intensitas lebat, sangat lebat, atau ekstrem, dengan durasi singkat.
“Itulah yang terus kami monitor. Dan akan kami sampaikan potensi itu kurang lebih 2-3 hari sebelumnya,” kata Dwikorita, saat audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi di Semarang, Minggu.
Dia menjelaskan, hujan sedang lebat berpotensi terjadi sejumlah wilayah di Jawa Tengah pada 23-27 Maret 2025. Daerah Jawa Tengah bagian tengah, tepatnya di sekitar pegunungan, diprediksi mengalami curah hujan tinggi pada periode dasarian III Maret sampai dasarian I April 2025.
Di sebagian wilayah Pantura, diprediksi akan terjadi banjir rob pada 29 Maret 2025.
“Kami mengimbau masyarakat terus memonitor perkembangan informasi cuaca BMKG, melalui aplikasi mobile phone Info BMKG. Di situ ada cuaca di jalur mudik, dan cuaca di setiap desa,” jelas Dwikorita.
3. Pemprov Jateng siapkan langkah antisipasi
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan langkah-langkah antisipasi sudah disiapkan oleh personel gabungan yang bertugas di lapangan, maupun pos terpadu pemantauan arus mudik. “Jateng merupakan tujuan dan lintasan mudik, tentu di jalur-jalur tertentu akan kami peringatkan,” katanya.
Meskipun diprediksi akan terjadi hujan lebat dan tinggi, lanjut Luthfi, operasi modifikasi cuaca dinilai masih belum diperlukan. Namun, jika terjadi perubahan cuaca yang menganggu aktivitas masyarakat dalam merayakan Hari Lebaran, maka akan dilakukan modifikasi cuaca.
“Sementara belum. Kan sudah mulai landai, kecuali hujan terus tidak berhenti-henti, ganggu lebaran, akan kita lakukan. Insyaallah tidak ada,” ucapnya.
Selain memberikan informasi secara berkala, imbuh Luthfi, antisipasi terkait akibat curah hujan tinggi juga dilakukan. Tim gabungan dari tingkat provinsi sampai desa juga disiagakan selama arus mudik balik Lebaran 2025, dan perayaan Hari Raya Idulfitri 1446 H.
“Kita sudah membentuk desa tanggap bencana. Jadi di masing-masing desa ini sudah Tagana. Bahkan disabilitas (disiapkan) juga, dan sudah dijadikan role model di provinsi lain,” kata Luthfi