Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ratusan Mustahik Jateng Dimodali Usaha Rp3 Juta

Ratusan Mustahik Jateng Dimodali Usaha Rp3 Juta
Ilustrasi mengumpulkan modal usaha (Dok. Shutterstock)
Share Article

Semarang, IDN Times - Sebanyak 150 mustahik dan 30 pendamping mustahik memperoleh bantuan modal usaha untuk mengurangi resiko kemiskinan di Jawa Tengah

Bantuan modal yang diberikan dialokasikan dari Baznas dan diperuntukkan bagi mustahik yang tinggal di Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang dan Kota Pekalongan. 

1. Setiap mustahik juga dapat uang saku Rp100 ribu

Perwakilan mustahik saat berfoto bersama Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana dan Ketua Baznas Jateng KH Ahmad Daroji di Pekalongan. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
Perwakilan mustahik saat berfoto bersama Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana dan Ketua Baznas Jateng KH Ahmad Daroji di Pekalongan. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengatakan, total bantuan yang diberikan kepada 180 penerima manfaat sebanyak Rp472.500.000. Yang meliputi masing-masing Rp3 juta untuk 150 mustahik usaha produktif ditambah masing-masing Rp100 ribu uang transport. 

Selain itu, masing-masing Rp250 ribu untuk 30 pendamping mustahik.  

"Terima kasih kepada Baznas atas sinergitasnya bersama Pemprov Jateng, dalam upaya melakukan percepatan penanggulangan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah," kata Nana, Jumat (27/10/2023). 

2. Ada 3,9 juta warga Jateng tergolong miskin

Ilustrasi warga miskin kota menarik gerobak bersama dua anaknya (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)
Ilustrasi warga miskin kota menarik gerobak bersama dua anaknya (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Menurut Nana, percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Namun butuh kolaborasi banyak pihak. 

Salah satu yang dilakukan oleh Pemprov Jateng adalah berkolaborasi dengan Baznas Jateng untuk memberikan pendampingan dan pembinaan ekonomi kerakyatan. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2023, jumlah penduduk miskin di Provinsi Jawa Tengah tercatat sekitar 3,971 juta jiwa, atau 10,77 persen dari total penduduk Jawa Tengah. Dari jumlah itu, sekitar 1,97 persen di antaranya masuk dalam kategori miskin ekstrem yang tersebar di 923 desa pada 17 kabupaten.

3. Penerima bantuan modal diberi pelatihan wirausaha

Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana memberi arahan bagi para mustahik yang mendapat bantuan modal usaha untuk pengentasan kemiskinan. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana memberi arahan bagi para mustahik yang mendapat bantuan modal usaha untuk pengentasan kemiskinan. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Ia berharap, bantuan modal usaha tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membangun dan mengembangkan usaha. Jumlah yang diberikan memang tidak begitu besar, namun cukup untuk memberikan rangsangan atau memacu masyarakat dalam berwirausaha.

Penerima bantuan itu sebelumnya diberikan pembinaan dan pelatihan usaha. Mereka dibimbing langsung oleh Baznas Jateng dan Pemda masing-masing. 

"Setelah itu, baru kemudian diberikan modal usaha untuk memacu masyarakat berusaha atau berbisnis. Ini rangsangan agar mereka lepas (dari kemiskinan)," sambungnya. 

4. Baznas ajak pihak swasta salurkan CSR

Baznas Semarang mendistribusikan beras zakat fitrah kepada para mustahik di Kota Semarang. (dok. Baznas Semarang)
Baznas Semarang mendistribusikan beras zakat fitrah kepada para mustahik di Kota Semarang. (dok. Baznas Semarang)

Dari data yang diperoleh dari Baznas Jateng, selama Januari-Desember 2023 target penyaluran modal usaha produktif diberikan untuk 3.000 mustahik. 

Program itu direncanakan akan dilanjutkan pada tahun 2024 mendatang. “Saya juga akan mengajak instansi terkait dan perusahaan melalui CSR untuk memiliki empati dan membantu masyarakat yang masih masuk kategori miskin," ujar Ketua Baznas Jateng, Ahmad Daroji.

5. Mustahik bisa buka toko kelontong, laundry dan bengkel

Ilustrasi Toko Kelontong (IDN Times/Reynaldy Wiranata)
Ilustrasi Toko Kelontong (IDN Times/Reynaldy Wiranata)

Ia menyatakan, bantuan modal usaha produktif untuk mustahik ini merupakan bentuk keseriusan pihaknya dalam penanggulangan kemiskinan. Melalui program itu, Baznas bertekad untuk mengubah para mustahik ini kelak menjadi muzakki (pemberi zakat).

"Mudah-mudahan tujuan kami ini berhasil. Maka kami berikan pelatihan kerja dan modal usaha produktif. Pendampingan kami lakukan melalui penyuluh agama tingkat kecamatan. Mereka dekat dengan penerima sehingga monitoring dapat berjalan baik," kata Daroji.

Beberapa bidang usaha yang dilakukan para penerima bantuan itu meliputi kuliner, toko kelontong, laundry, konveksi, jasa bengkel, pertanian, perikanan, dan peternakan. "Ke depan kami akan memberikan penghargaan khusus kepada para mustahik yang sudah berhasil menjadi muzakki," pungkasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More

ASN Pemkot Semarang Patungan Kurban, Sembelih 14 Sapi dan 50 Kambing

27 Mei 2026, 18:41 WIBNews