Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ratusan Siswa SMK 2 Solo Terancam Gagal SNBP, Imbas Kelalaian Guru
Siswa SMK 2 Surakarta mengelar aksi demo di halaman sekolah. (Dok/Istimewa)
  • Ratusan siswa SMK N 2 Surakarta terancam gagal masuk perguruan tinggi karena kelalaian sekolah dalam finalisasi PDSS.
  • Guru dan orang tua murid mengadakan aksi demonstrasi menuntut tanggung jawab sekolah, namun pihak sekolah mencari solusi bersama.
  • Sekolah mempersiapkan UTBK dan mentor bimbel serta menyesuaikan pola pembelajaran untuk siswa yang terkena dampaknya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surakarta, IDN Times - Ratusan siswa SMK N 2 Surakarta terancam gagal mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) untuk masuk perguruan tinggi. Hal ini terjadi karena adanya kelalaian pihak sekolah menyelesaikan finalisasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Sebelumnya, para siswa dan orang tua murid sempat mengelar aksi demonstrasi pada Senin (3/2/2025). Mereka menuntut sekolah bertanggung jawab.

1. Cari solusi bersama

Guru SMKN 2 Surakarta, Joko Widodo. (IDN Times/Larasati Rey)

Guru SMKN 2 Surakarta, Joko Widodo mengatakan usai gagal melakukan finalisasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) untuk pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), pihak sekolah bersama siswa, dan wali murid dikumpulkan pada Selasa Rabu (5/2/2025) untuk mencari solusi bersama. 

Dari hasil pertemuan tersebut, Joko mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu hasil akhir dari upaya yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah di Jakarta. Namun, mereka juga telah menyiapkan opsi lain jika upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

“Harapan kita masih ada, tapi jika nanti tetap tidak berhasil, maka kita akan fokus mempersiapkan jalur (Ujian Tulis Berbasis Komputer) UTBK atau jalur tes. Sekolah akan memberikan pendampingan agar siswa dapat memperoleh hasil maksimal dalam UTBK,” ujarnya, Rabu (5/2/2025).

2. Tunggu keputusan Kemendikbud

SMK N 2 Surakarta. (IDN Times/Larasati Rey)

Upaya lain yang akan dilakukan sekolah yakni dengan mempersiapkan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) dengan menghadirkan mentor dari bimbingan belajar (bimbel) serta menyesuaikan pola pembelajaran agar lebih terfokus pada persiapan ujian. UTBK sendiri pelaksanaanya akan digelar sekitar dua bulan sebelum pelaksanaan UTBK.

Terpisah, Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah, Ika Siwi Kusdaryanti, mengatakan jika pihaknya masih menunggu surat edaran resmi terkait pembukaan kembali akses PDSS. Menurutnya terdapat beberapa sekolah lain yang mengalami kendala serupa juga akan mendapatkan kesempatan yang sama.

“Berdasarkan hasil audiensi antara SMKN 2 Surakarta dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), sekolah telah diberikan kesempatan untuk kembali mengakses PDSS. Namun, kami masih menunggu surat edaran resmi sebagai dasar pelaksanaan,” jelasnya.

3. Orangtua murid mengaku kecewa

Audiensi wali murid dengan pihak sekolah SMK 2 Surakarta. (IDN Times/Larasati Rey)

Sementara itu, salah satu orangtua murid Hendra mengaku kecewa terjadinya kelaliam dari pihak sekolah. Kendati demikian, ia mengaku iklas karena pihak sekolah mau bertanggung jawab dengan memberikan bimbingan belajar secara khusus.

“Kalau dari orangtua gelo (red: kecewa) ya gelo tapi kalau ada pertanggung jawaban gini kita ya insyallah iklas,” ujarnya.

Saat ini, baik pihak sekolah, siswa, maupun wali murid masih menunggu keputusan dari Kemendikbud terkait terkait pembukaan kembali akses PDSS.

“Dari situ kita sebagai orangtua mungkin salah satunya mungkin juga dari timnya sendiri ataupun sistem kita juga kurang tau yang pasti kan kita ambil positifnya aja, mungkin ada kesalahan sistem atau apa, “ ujar Hendra.

“Nanti kita juga masih tunggu, kan ini Bu Dinas ke Jakarta dan masih menunggu hasilnya dulu. Insyallah masih,” kata Khusnul Khotimah salah satu orang tua murid SMK 2 Surakarta.

Editorial Team

Related Article