Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bikin Terenyuh! Cuma 3 Siswa yang Ikut MPLS di SDN Purwoyoso Semarang

Bikin Terenyuh! Cuma 3 Siswa yang Ikut MPLS di SDN Purwoyoso Semarang
Seorang guru memperkenalkan smart TV bagi tiga siswa baru di SDN Purwoyoso 01. (IDN Times/bt)
Intinya Sih
  • Hanya tiga siswa baru mengikuti MPLS di SDN Purwoyoso 01 Semarang karena minimnya populasi anak usia sekolah di wilayah tersebut.
  • Kepala sekolah menjelaskan penurunan jumlah murid dipengaruhi keberhasilan program KB dan perpindahan keluarga muda ke daerah sekitar seperti Boja dan Kaliwungu.
  • Meski kekurangan murid, guru tetap semangat menggelar MPLS bertema sirkus dengan fasilitas lengkap serta pemberian perlengkapan sekolah gratis bagi siswa baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Semarang, IDN Times - Perasaan haru biru terasa saat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari pertama di SDN Purwoyoso 01 Kecamatan Ngaliyan Semarang. 

Betapa tidak, di saat sekolah-sekolah lain tampak riuh dengan suara ceria para siswa baru, di SDN Purwoyoso 01 justru kelihatan sepi. 

Musababnya jumlah siswa baru di sekolahan tersebut hanya tiga anak. Ketiga siswa ini memilih tetap teguh bersekolah di SDN Purwoyoso 01 lantaran tak punya pilihan lain. 

Kepala SDN Purwoyoso 01, Hajar Ristianni mengakui jumlah siswa barunya cuma tiga anak lantaran terbentur letak topografi sekolahnya yang minim populasi anak sekolah. 

Yang ada justru wilayah zonasi SDN Purwoyoso 01 didominasi warga lanjut usia. Ia menduga bahwa karena adanya program KB yang berhasil di wilayah Purwoyoso membuat jumlah anak usia dini yang bersekolah menjadi menyusut drastis. 

"Ini mungkin juga termasuk keberhasilan program KB dua anak cukup,” kata Hajar.

Banyak warga pindah ke Boja dan Kaliwungu

IMG-20260713-WA0115.jpg
Papan depan SDN Purwoyoso 01 Ngaliyan Semarang. (IDN Times/bt)

Tak cuma itu saja, banyak keluarga muda di Purwoyoso juga berpindah ke perumahan subsidi di perbatasan Kota Semarang seperti Kaliwungu dan Boja.

Alhasil, karena berkurangnya anak usia dini membuat SDN Purwoyoso 01 sama sekali tidak kebagian jatah limpahan calon siswa dari sekolah sekitarnya. 

Guru SDN Purwoyoso tetap ngajar dengan semangat

Ilustrasi sekolah (freepik.com/freepik)
Ilustrasi sekolah (freepik.com/freepik)

Ia bilang dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), sekolahnya memang kekurangan murid baru. Dari lima pendaftar, dua anak memilih tidak daftar ulang. Sehingga hanya ada tiga siswa yang tetap bertahan hingga akhirnya mengikuti MPLS di hari ini. 

“Jumlah siswa kemarin yang mendaftar secara online itu ada lima, tetapi ada dua yang tidak daftar ulang sehingga yang fiks masuk hanya tiga siswa saja,” akunya. 

Meski tak memenuhi kuota 28 murid, ia dan guru-gurunya tetap mengadakan MPLS secara meriah seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, tema yang diusung sirkus dengan menghadirkan badut sebagai maskot.

“Berapa pun muridnya, kami tetap semangat, tidak kendor. Tetap pembukaan semeriah mungkin biar anak-anak semangat lagi untuk kembali belajar begitu,” tuturnya.

SDN Purwoyoso 01 dilengkapi smart TV dan alat komplit

Ilustrasi sekolah (freepik.com/odua)
Ilustrasi sekolah (freepik.com/odua)

Hajar memastikan fasilitas pembelajaran di sekolahnya tetap komplit. Antara lain ada laboratorium komputer, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang UKS, perpustakaan, musala, halaman sekolah, Smart TV bantuan pemerintah, hingga sarana olahraga.

Siswa baru juga memperoleh perlengkapan sekolah secara gratis berupa dasi, topi, dan atribut kelas. Ke depan, sekolah berencana memberikan seragam batik dan seragam olahraga tanpa dipungut biaya.

“Rencananya akan kami memberi seragam batik sama seragam olahraga gratis,” katanya.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Dhana Kencana
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More