Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rekayasa Baru Exit Tol Bawen, Jalur Motor Dipisah Mulai 13 Maret

Rekayasa Baru Exit Tol Bawen, Jalur Motor Dipisah Mulai 13 Maret
Gubernur Jateng, ahmad Luthfi meninjau gerbang tol Ambarawa yang bakal difungsikan pada mudik Lebaran 2026. (Dok Pemprov Jateng)
Intinya Sih
  • Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerapkan rekayasa lalu lintas di Exit Tol Bawen dengan memisahkan jalur sepeda motor untuk menekan angka kecelakaan selama mudik Lebaran 2026.
  • Uji coba jalur khusus motor dimulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026, disertai Pos Pengamanan Terpadu guna memastikan keamanan dan efektivitas kebijakan tersebut.
  • Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan pos pengamanan berfungsi sebagai pusat pemecahan masalah di lapangan agar potensi gesekan dan kemacetan dapat segera ditangani.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan skenario khusus untuk menekan angka kecelakaan di titik "merah" Exit Tol Bawen selama masa mudik Lebaran 2026. Salah satu terobosan utamanya adalah pemisahan arus kendaraan dengan membuat jalur khusus sepeda motor.

1. Evaluasi seringnya terjadi kecelakaan di Simpang Bawen

IMG-20260304-WA0004-1536x1152.jpg
Petugas kepolisian melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan lalu lintas di lampu merah Bawen. (dok Polres Semarang)

Kepala Dinas Perhubungan Jateng, Arief Djatmiko, mengungkapkan bahwa strategi ini diambil setelah serangkaian evaluasi terhadap insiden kecelakaan yang sering terjadi di Simpang Bawen. Jalur ini nantinya akan memisahkan pengguna roda dua agar tidak terjebak di tengah kepadatan kendaraan besar seperti bus dan truk saat keluar dari tol.

"Pengguna jalur itu akan mulai kita pisah. Rencananya akan dibuatkan jalur khusus untuk sepeda motor. Selain itu, pengaturan durasi traffic light juga akan disesuaikan secara khusus untuk mendukung rekayasa ini," ujar Arief saat mendampingi Gubernur Ahmad Luthfi meninjau Tol Fungsional Bawen-Ambarawa, Selasa (10/3/2026).

2. Rekayasa Permanen atau Sementara?

IMG-20260310-WA0094.jpg
Kepala Dinas Perhubungan Jateng, Arief Djatmiko. (dok Pemprov Jateng)

Langkah ini akan mulai diuji coba secara masif pada H-7 Lebaran. Untuk memastikan keamanan, Pos Pengamanan Terpadu juga disiagakan di lokasi tersebut mulai 13 hingga 30 Maret 2026.

Arief menegaskan bahwa kebijakan jalur khusus ini tidak menutup kemungkinan akan dipatenkan secara permanen. "Setelah masa mudik-balik, akan kita evaluasi kembali. Apakah rekayasa ini akan berlanjut atau dimodifikasi, semua bergantung pada efektivitasnya dalam menjaga keamanan di lapangan," tandasnya.

3. Pospam exit tol Bawen untuk pecahkan masalah

IMG-20260310-WA0005.jpg
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Wagub Taj Yasin Maimoen, Kapolda Jateng Ribut Hari Wibowo, Sekda Jateng Sumarno dan pihak kejaksaan saat memberikan pernyataan kepada para wartawan. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menambahkan bahwa keberadaan pos pengamanan di Exit Tol Bawen bukan sekadar tempat berjaga, melainkan harus menjadi pusat pemecahan masalah (problem solving) di lapangan.

“Pospam itu adalah kepanjangan tangan Polres. Petugas di sana harus mampu mengurai masalah secara cepat di lokasi, terutama jika ada potensi gesekan antar-kendaraan atau kepadatan yang mengunci,” tegas Luthfi.

Dengan adanya pemisahan jalur motor dan penempatan petugas siaga 24 jam, diharapkan tragedi kecelakaan yang selama ini menghantui kawasan Bawen bisa ditekan seminimal mungkin selama puncak arus mudik 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More