Aliran air sungai dibawah rel ganda yang penopang beton tengah sudah tidak ada, Sabtu (18/11/2023).(IDN Times/Sutrisno).
Saat itu curah hujan yang tinggi beserta angin mengakibatkan tanah longsor di Kecamatan Sumpiuh. Longsor memakan satu korban jiwa di Desa Bogangin Kecamatan Sumpiuh dan korban hilang empat jiwa di Desa Banjar Panepan Kecamatan Sumpiuh, dua rumah warga terdampak di Desa Banjarsari Kecamatan Ajibarang, dan banjir Dusun Mendahan, Desa Klandaka, Sumpiuh 120 jiwa terdampak.
Dan yang terbaru Sungai Kalireja,nama sungai Desa Sumpiuh, Kecamatan Sumpiuh, beberapa hari ini menjadi pusat perhatian bagi para relawan bencana dan pemerintah setempat, pasalnya pada 12 Nopember 2023 lalu pinggiran sungai mengalami erosi tepat disebelah rel ganda.
Aktor yang berperan di dalamnya adalah sukarelawan sekitar sebagai bagian kelompok yang terorganisir dengan baik. Pada saat itu tim relawan yang tergabung dalam Forum Relawan Lintas Banyumas bergerak cepat melakukan mitigasi atau pencegahan agar tidak terjadi peristiwa lanjutan karena diatas guguran tanah pinggir Sungai Kalireja merupakan jalan kecil yang dilintasi warga sekitar.