Masuk Daftar Tokoh Korup Versi OCCRP, Jokowi: Ya Dibuktikan

- Jokowi masuk daftar finalis tokoh dunia kategori kejahatan terorganisasi dan korupsi versi OCCRP.
- Jokowi merespons dengan tawa santai, meminta bukti atas tuduhan korupsi, dan mempertanyakan kriteria pemilihan oleh OCCRP.
- Jokowi menegaskan banyak menerima tuduhan, fitnah, dan framing jahat tanpa bukti serta curiga adanya muatan politik dalam nominasi tersebut.
Surakarta, IDN Times - Presiden ke-7 Joko “Jokowi” Widodo melontarkan tawa usai namanya masuk daftar finalis tokoh dunia kategori kejahatan terorganisasi dan korupsi tahun 2024 versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).
OCCRP, lembaga independent yang berfokus pada jurnalisme investigasi terbesar di dunia itu merilis sederet finalis yang masuk ke dalam Person of the Year 2024 untuk kategori kejahatan organisasi dan korupsi.
1. Jokowi minta untuk dibuktikan

Jokowi memberikan tanggapan santai terkait kabar tersebut, ia justru bertanya balik, apa yang telah dikurupsinya. Dan Jokowi meminta untuk membuktikannya.
"Hahaha, Ya terkorup itu korup apa?. Yang dikorupsi apa, ya dibuktikan, apa?," ujarnya, Selasa (31/12/2024).
Jokowi juga mempertanyakan kriteria apa yang digunakan oleh OCCRP sehingga dirinya masuk dalam daftar finalis pemimpin dunia terkorup.
"Ya apa, ya apa, budaya apa, apalagi ?," ungkapnya.
2. Mengaku banyak mendapat tuduhan

Lebih lanjut, Jokowi menegaskan jika saat ini dirinya banyak menerima banyak tuduhan, fitnah, framing jahat tanpa adanya bukti yang menyertai.
"Ya sekarang kan banyak sekali fitnah, banyak sekali framing jahat, banyak sekali tuduhan tuduhan tanpa ada bukti, terjadi sekarang ini," jelasnya.
3. Singgung tentang framing jahat

Ditanya soal adanya muatan politik dalam nominasi tersebut, Jokowi meminta kembali meminta kepada awak media untuk mempertanyakan ke pihak yang bersangkutan. Menurutnya, saat ini orang bisa saja menggunakan berbagai kendaraan untuk membuat framing jahat kepada orang lain yang tidak disukainya.
"Ya ditanyakan saja, tanyakan saja, hahaha. Orang bisa memakai kendaraan apapun lah, bisa pakai NGO (Non Governmental Organization), bisa pakai partai, bisa pakai ormas atau menuduh untuk membuat framing jahat, membuat tuduhan jahat seperti itu," pungkasnya.


















