Semarang, IDN Times - Tumpukan sampah plastik menjadi salah satu biang kerok drainase di Kawasan Simpang Lima, Kota Semarang mampet. Berbagai jenis sampah yang menghambat aliran air dan berpotensi memicu genangan saat hujan itu ditemukan petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) saat melakukan pembersihan di lokasi tersebut.
Sampah Plastik Biang Kerok Masalah Drainase Simpang Lima Semarang Mampet

1. Kawasan Simpang Lima salah satu titik prioritas pembersihan
Pengerukan dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan rutin saluran drainase menjelang musim hujan. Selain endapan lumpur dan sedimen, petugas mengangkat gelas plastik sekali pakai, bungkus plastik, hingga sampah berukuran kecil yang menumpuk di dalam gorong-gorong.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, pembersihan difokuskan di kawasan Simpang Lima yang menjadi salah satu titik prioritas karena merupakan pusat aktivitas masyarakat sekaligus ikon Kota Semarang.
“Pembersihan sedimen saluran di seputar Simpang Lima terus dilakukan oleh kawan-kawan Dinas Pekerjaan Umum agar air bisa lancar mengalir,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Selain mengeruk sedimen, DPU juga melakukan perbaikan grill atau penutup saluran drainase yang berfungsi menyaring sampah sebelum masuk ke gorong-gorong. Namun, keberadaan penyaring tersebut belum sepenuhnya mampu mengatasi persoalan sampah.
2. Sampah berukuran kecil mengendap di dasar saluran
Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto menjelaskan, setiap pintu masuk gorong-gorong sebenarnya telah dilengkapi grill penyaring. Meski demikian, sampah berukuran kecil masih dapat lolos bersama aliran air dan akhirnya mengendap di dasar saluran.
“Grill di setiap pintu masuk gorong-gorong yang tertutup sudah ada. Namun memang masih ada sampah-sampah kecil yang lolos,” katanya.
Menurutnya, endapan sampah dan sedimen yang terus menumpuk dapat mengurangi kapasitas saluran drainase sehingga memperlambat aliran air ketika curah hujan tinggi.
Maka itu, pembersihan saluran dan pemeliharaan grill akan dilakukan secara berkala agar fungsi drainase tetap optimal.
3. Persoalan genangan tak hanya dipengaruhi infrastruktur
Temuan sampah di bawah kawasan Simpang Lima kembali menunjukkan bahwa persoalan genangan tidak hanya dipengaruhi kapasitas infrastruktur, tetapi juga perilaku masyarakat dalam membuang sampah.
Meski sistem penyaring telah dipasang di sejumlah titik, sampah plastik berukuran kecil tetap masuk ke saluran dan menjadi penyumbat yang sulit dihindari.
Pemerintah Kota Semarang berharap pembersihan rutin dapat menjaga kapasitas drainase, namun efektivitasnya juga bergantung pada kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke jalan maupun saluran air. Dengan berkurangnya sampah yang masuk ke drainase, risiko genangan di kawasan Simpang Lima saat musim hujan diharapkan dapat ditekan.