Banyumas, IDN Times — Dialek Ngapak atau bahasa Jawa Banyumasan selama ini dikenal luas masyarakat karena keunikan intonasi dan cara pelafalannya yang blak-blakan. Namun, di balik keunikan tersebut, penamaan istilah "Ngapak" ternyata memiliki sejarah panjang yang berkaitan erat dengan pergerakan pasukan Kerajaan Mataram Islam di masa lampau.
Berdasarkan catatan sejarah dalam Babad Banyumas serta kajian literatur dari Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Banyumas, istilah "Ngapak" sebenarnya tidak muncul dari dalam masyarakat Banyumas sendiri. Sebutan ini merupakan julukan yang disematkan oleh orang luar daerah, khususnya para prajurit dari pusat Kesultanan Mataram Islam (Yogyakarta-Surakarta).
