Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Lengger dan Rock Bersatu di Purwokerto, Donasi untuk Aunk Lodse

Lengger dan Rock Bersatu di Purwokerto, Donasi untuk Aunk Lodse
Musik menjadi bahasa solidaritas di Purwokerto. Penampilan lengger Banyumas hingga dentuman rock menyatu dalam acara Charity for Humanity di Nice Time Cafe, Sabtu (16/5/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
Intinya Sih
  • Acara Charity for Humanity di Nice Time Cafe Purwokerto berhasil mengumpulkan donasi Rp14,7 juta untuk membantu Aunk Lodse yang sedang berjuang melawan sakit.
  • Pertunjukan lengger Banyumas dan komunitas rock menghadirkan suasana hangat serta sesi jam session terbuka yang mempererat solidaritas lintas komunitas musik dan seni.
  • Lelang barang koleksi dan dukungan tokoh lokal menunjukkan semangat kepedulian sosial, menegaskan bahwa komunitas Purwokerto masih solid dan peduli terhadap sesama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Purwokerto, IDN Times - Di tengah maraknya individualisme dan kesibukan masyarakat, komunitas komunitas di Purwokerto justru menunjukkan wajah lain yakni saling menjaga dan hadir saat salah satu rekannya sedang terpuruk.

Hal itu terlihat dalam acara Charity for Humanity berbagi Energi untuk Aunk Lodse yang digelar di Nice Time Cafe, Sabtu (16/5/2026) malam. acara tersebut menjadi ruang temu berbagai komunitas lintas musik, seni, hingga pegiat sosial untuk memberikan dukungan kepada Aunk Lodse yang tengah berjuang melawan sakit.

"Dari kegiatan tersebut, panitia berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp14,7 juta, acara ini menunjukkan kalau komunitas di Purwokerto masih punya solidaritas yang kuat. Semua datang membawa energi positif dan support untuk Aunk,"kata Ifah, dari komunitas Aunk Lodse, kepada IDN Times, Sabtu malam (16/5/2026)

1. Bukti bahwa musik dan seni Jadi bahasa universal

idntimes.com
Salah satu bukti bahwa musik adalah bahasa universal yang mampu mempengaruhi dan menginspirasi penikmatnya, Sabtu (16/5/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Pantauan IDN Times, malam itu, suasana bergerak dinamis ada haru, ada semangat, dan ada rasa hangat yang mengikat para pengunjung. Salah satu momen paling menyentuh hadir saat maestro lengger Banyumas, Riyanto tampil membawakan tarian dengan iringan lagu Surat Buat Anak Kandung.

Tak lama berselang, atmosfer berubah lebih energik ketika Banyumas Rock Community naik ke atas panggung. Dentuman gitar dan drum membuat suasana semakin hidup, namun tetap terasa intim karena seluruh penonton datang dengan tujuan yang sama memberi dukungan moral untuk Aunk Lodse.

Acara yang dipandu Afton tersebujt juga menghadirkan sesi jam session terbuka. Pengunjung diberi kesempatan tampil langsung di panggung, baik bernyanyi, bermain musik, maupun sekadar menyampaikan pesan dukungan. "Semua yang datang bukan cuma menonton konser, tapi benar benar ingin memberi doa dan semangat,"ujar Ifah..

2. Lelang barang koleksi untuk kepedulian sosial

idntimes.com
Lelang barang lawas menjadi simbol kepedulian dalam Charity for Humanity, Sabtu (16/5/2026).(IDN Times/Ilustrasi)

Selain penggalangan donasi langsung, panitia juga mengadakan lelang sejumlah barang koleksi, mulai dari kaos Bob Marley, tumbler, topi, hingga kaset dan VCD lawas dilepas untuk membantu pengobatan Aunk Lodse.

Antusiasme peserta cukup tinggi, salah satu barang bahkan terjual hingga Rp2,1 juta oleh Bunda Roro Suhartini.

Kehadiran Gus Adi Bani Malik turut menambah hangat suasana malam itu. Ia hadir memberikan dukungan moral sekaligus menyerahkan donasi secara langsung.

3. Potret komunitas di Purwokerto masih hidup

idntimes.com
Sakur Abdul Wahid (kanan) menyebut acara charity night itu menjadi gambaran bahwa kultur komunitas di Purwokerto belum kehilangan napasnya, Sabtu (16/5/2026).(IDN Times/Foto: Dok. Sakur)

Sementara pemerhati muda masalah sosial di Banyumas, Sakur Abdul Wahid menyebut acara semacam itu menjadi gambaran bahwa kultur komunitas di Purwokerto belum kehilangan napasnya. Di tengah perbedaan latar belakang dan kesibukan pribadi, mereka masih menyempatkan diri untuk berkumpul dan membantu sesama.

Diatambahkan, musik menjadi medium pemersatu, lengger menghadirkan kedekatan emosional, sementara aksi solidaritas menjadi bukti bahwa rasa peduli masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.

"Malam itu, solidaritas tidak hanya slogan saja, namun hadir dalam setiap lagu yang dimainkan, setiap tangan yang bertepuk, dan setiap doa yang dipanjatkan bersama untuk kesembuhan Aunk Lodse,"pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More