Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rembug Ageng II, Prof Norman Terpilih Jadi Ketua IKAS Mansa Purwokerto

Rembug Ageng II, Prof Norman Terpilih Jadi Ketua IKAS Mansa Purwokerto
Prof. Dr. Insinyur Norman Ariprayogo (berpeci) yang terpilih sebagai ketua ikatan alumni SMA Negeri 1 Purwokerto, Sabtu (16/5/2026).(IDN Times/Cokier Sutrisno)
Intinya Sih
  • Rembug Ageng II IKAS Mansa Purwokerto sukses digelar dengan partisipasi 92,5 persen dari 67 angkatan, menampilkan nuansa budaya Banyumasan sebagai identitas dan kebanggaan alumni.
  • Prof. Dr. Norman Arie Prayogo terpilih sebagai Ketua Umum IKAS Mansa periode 2026–2030 dengan 84 suara, membawa visi membangun jembatan antargenerasi, sosial, dan menjadikan IKAS Mansa sebagai rumah alumni.
  • Norman memaparkan program konkret seperti pembentukan Dana Abadi, pengembangan 10 UMKM lintas angkatan, serta gerakan sosial rutin untuk memperkuat kolaborasi dan solidaritas antaralumni.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Purwokerto, IDN Times - Ikatan Alumni SMA 1 Purwokerto (IKAS Mansa) sukses menggelar Rembug Ageng II yang digelar empat tahun sekali sedbagai ajang pemilihan ketua umum, untuk menyatukan gagasan, memperkuat ikatan antarangkatan, sekaligus melestarikan budaya Banyumasan di tengah generasi muda.

Dalam pemilihan yang berlangsung demokratis dan dinamis, Prof. Dr. Norman Arie Prayogo berhasil terpilih sebagai Ketua Umum IKAS Mansa periode 2026 - 2030. Ia unggul dengan meraih 84 suara dari total 133 suara yang masuk.

Sebanyak 10 kandidat bersaing dalam pemilihan kali ini. Dari total 67 angkatan yang ada, 62 angkatan mengirim delegasinya, sehingga tingkat partisipasi mencapai 92,5 persen sedangkan setiap angkatan maksimal mengirim tiga wakil.

Meski dinamikanya cukup keras, karena banyak kandidat yang membawa tim sukses dan ambisi tinggi, ketua pelaksana pemilihan IKAS Mansa , Mikhael Anton Hanibal menegaskan bahwa seluruh pihak tetap menjaga sportivitas dan semangat demokrasi yang dewasa.

1. Budaya Banyumasan dihadirkan jadi jiwa acara

idntimes.com
Begalan, sebagai penguatan pelestarian budaya lokal dalam pemiulihan ketua IKAS Mansa di Purwokerto, Sabtu (16/5/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Ketua Panitia Rembug Ageng II, Mikhael Anton Hanibal, lenbih jauh menjelaskan bahwa panitia sengaja menghadirkan nuansa khas Banyumas sejak awal sebagai penguatan pelestarian budaya lokal.

"Kami ingin mengenalkan budaya Banyumasan kepada generasi muda. Makanya ada bekalan, ada lengger, dan kami imbau semua peserta menggunakan pakaian adat angkat. Ini bukan sekadar seremoni, tapi upaya agar SMA 1 Purwokerto tetap berbeda dari SMA lain. Kami ingin terus melestarikan budaya lokal,"ujar Mikhael kepada IDN Times, Sabtu (16 /5/2026).

Suasana semakin meriah dengan penampilan seni Begalan yang menjadi daya tarik utama. Menurut Mikhael, budaya bukan hanya pelengkap, melainkan identitas yang ingin dipertahankan oleh seluruh alumni SMA Negeri 1 Purwokerto.

2. Tiga komitmen Prof. Dr. Norman Arie Prayogo yang perlu diingat

idntimes.com
Prof. Dr. Norman Arie Prayogo berharap ikatan alumni SMA 1 Purwokerto ingin tetap menjadi keluarga besar yang solid, berkontribusi bagi almamater, Sabtu (16/5/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Prof. Dr. Norman Arie Prayogo bukan nama asing di kalangan alumni. Dengan latar belakang akademik yang mumpuni, ia kini dipercaya memimpin IKAS Mansa untuk empat tahun ke depan. Dalam pernyataan resminya usai pengumuman hasil voting, Norman menyampaikan visi dan komitmennya secara mendalam.

"Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih yang sebesar besarnya atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh alumni SMA 1 Purwokerto melalui Rembug Ageng II ini, Saya menyadari sepenuhnya bahwa amanah ini berat, Saya berkomitmen membangun tiga jembatan utama bagi IKAS Mansa ke depan,"katanya.

Dijelaskan bahwa beberapa visi dan komitmennya adalah jembatan antargenerasi yang menghubungkan kakak angkatan dengan adik adik yang baru lulus, agar mereka lebih mudah melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi dan mengembangkan karir, selain itu jembatan kegiatan sosial yang menyatukan seluruh angkatan dalam kerja bakti dan kegiatan kebersamaan, sehingga rasa memiliki terhadap IKAS Mansa semakin kuat., dan terakhir adalah, menjadikan IKAS Mansa sebagai ‘rumah’ bagi seluruh alumni.

"Ketika pulang ke Purwokerto, kita punya tempat untuk kembali berkumpul dan saling mendukung,"tegasnya.

3.

idntimes.com
Salah satu alumni SMA Negeri 1 Purwokerto angkatan 1991, Djoko Susanto sebut terpilihnya Profesor Norman Ariprayogo diharapkan membawa angin segar bagi IKAS Mansa., Sabtu (16/5/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Sementara salah satu alumni lainnya yakni seorang advokat ternama di Banyumas, Djoko Susanto berpendapat bahwa terpilihnya Profesor Norman Ariprayogo diharapkan membawa angin segar bagi IKAS Mansa.

Ia juga menyebutr ditengah tantangan zaman yang semakin kompleks, ikatan alumni SMA 1 Purwokerto ingin tetap menjadi keluarga besar yang solid, berkontribusi bagi almamater, dan melestarikan nilai nilai budaya Banyumasan.

"Kini, bola ada di tangan kepengurusan baru untuk mewujudkan semua janji dan visi tersebut, selamat kepada Profesor Dr. Insinyur Norman Ariprayogo SBY MSI sebagai Ketua Umum IKAS Mansa periode 2026 - 2030, Semoga amanah ini membawa manfaat besar bagi seluruh alumni dan SMA 1 Purwokerto,"kata Djoko.

4. Program unggulan yang konkret

idntimes.com
Empat program unggulan konkret bakal diluncurkan Prof. Norman dalam menjalankan roda organisasi IKAS Mansa Purwokerto, Sabtu (16/5/2026).(IDN Times/Ilustrasi)

Norman tak hanya menyampaikan visi, tapi juga langsung memaparkan program program prioritasnya, agar IKAS Mansa ke depan lebih kolaboratif, lebih inovatif, dan selalu hadir untuk angkatan muda maupun senior. Berikut visi misi Prof Norman yang akan menjalankan roda kepengurusannya:

1. Pembentukan Dana Abadi IKAS Mansa yang akan menjadi fondasi kegiatan jangka panjang.

2. Penciptaan 10 UMKM yang dikelola oleh generasi muda dengan pengawasan dan mentoring dari senior, sebagai wujud kolaborasi antarangkatan.

3. Gerakan sosial rutin seperti jalan sehat, bakti sosial, dan berbagai kegiatan yang mempererat silaturahmi.

4. Memperkuat jaringan alumni senior yang sudah banyak menduduki posisi strategis, terutama di Jakarta, untuk membuka peluang bagi adik-adik angkatan.

Share
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More