Semarang, IDN Times – Pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) di Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang telah mencapai 90 persen. Sekolah tersebut siap menampung 1.080 siswa kurang mampu mulai tahun ajaran baru 2026/2027.
Sekolah Rakyat Semarang Hampir Rampung, Siap Terima 1.080 Siswa Miskin

1. Sekolah Rakyat ditargetkan rampung 10 Juli 2026
Kendati demikian, di balik progres pembangunan gedung yang hampir selesai, Pemerintah Kota Semarang masih berpacu menuntaskan sejumlah kebutuhan operasional mulai dari perlengkapan asrama, dapur, hingga ketersediaan tenaga pengajar.
Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto mengatakan, proyek yang berdiri di atas lahan 6,5 hektare tersebut ditargetkan selesai sepenuhnya pada 10 Juli 2026.
“Secara bangunan sudah hampir selesai. Tapi masih ada banyak detail yang harus disiapkan sebelum siswa benar-benar menempati sekolah ini,” ujarnya saat meninjau langsung lokasi pembangunan pada Rabu (24/6/2026).
Dari hasil pengecekan lapangan, berbagai fasilitas utama sudah terbangun, mulai dari ruang kelas, asrama, dapur umum, toilet, hingga masjid. Meski demikian, pemerintah mengakui pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Berbagai fasilitas penunjang seperti taman, perlengkapan dapur, sarana pendukung asrama, hingga sistem pemeliharaan kawasan masih belum rampung.
2. Pastikan seluruh ekosistem sekolah siap beroperasi
Menurut Handi, tantangan berikutnya bukan lagi pembangunan gedung, melainkan memastikan seluruh ekosistem sekolah siap beroperasi.
“Perawatan kawasan seluas ini tidak mudah. Kesiapan dapur, peralatan memasak, kebersihan, asrama, semuanya harus benar-benar siap sebelum anak-anak masuk,” ungkapnya.
Untuk diketahui, Sekolah Rakyat Terpadu merupakan program pendidikan berasrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), khususnya kelompok desil 1 dan desil 2.
3. Setiap tahun ajaran baru akan ada 270 siswa masuk
Artinya, sekolah ini menyasar kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah yang selama ini rentan mengalami hambatan akses pendidikan. Setiap tahun ajaran akan ada 90 siswa jenjang SD, 90 siswa jenjang SMP, dan 90 siswa jenjang SMA dengan total 270 siswa setiap tahunnya.
“Setiap tahun ajaran baru akan ada 270 siswa yang masuk, kapasitas Sekolah Rakyat 1.080 siswa,” terang Handi.
Lebih lanjut, dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat, Handi juga mengajak 16 camat se-Kota Semarang untuk melihat secara langsung progres pembangunan.
“Camat sengaja kami ajak karena mereka nantinya yang akan menyampaikan ke masyarakat di wilayahnya agar anak-anak yang ada di desil 1 dan 2 bisa masuk ke sekolah rakyat,” pungkasnya.