Saat matahari sedang terik-teriknya membakar Kota Semarang, tegukan air putih dingin rasanya jadi penyelamat paling nikmat. Di tengah cuaca ekstrem yang menyengat, wajar banget kalau kita merasa parno akan ancaman dehidrasi. Alhasil, kita refleks menenggak air sebanyak-banyaknya setiap kali merasa gerah.
Namun, pernah nggak sih kamu merasa aneh karena sudah minum berliter-liter air hingga warna urine berubah menjadi bening jernih seperti air keran, tapi tenggorokan tetap saja terasa haus kering kerontang? Hati-hati! Rasa haus ekstrem (polidipsia) yang terus-menerus muncul di saat urine sudah jernih bisa menjadi alarm tersembunyi bahwa tubuhmu sedang tidak baik-baik saja.
Yuk, pahami kondisi medis apa saja yang mungkin sedang terjadi di balik gejala tersebut!
