Trik Simpan Bawang Merah dan Putih di Suhu Panas Juni, Tetap Segar dan Gak Bakal Bertunas

- Cuaca panas di Jawa Tengah membuat bawang merah dan putih cepat rusak, sehingga perlu cara penyimpanan khusus agar tetap segar.
- Hindari kantong plastik, gunakan wadah terbuka atau jaring dengan sirkulasi udara baik, serta jauhkan dari sinar matahari langsung dan area kompor.
- Jangan simpan bawang bersama kentang karena gas etilen mempercepat pertumbuhan tunas; simpan di suhu ruang sejuk atau kulkas hanya jika sudah dikupas.
Memasuki pertengahan bulan Juni 2026, cuaca di berbagai wilayah Jawa Tengah seperti Semarang dan Solo Raya sedang terik-teriknya. Suhu udara yang menyengat dan hawa sumuk (gerah) di dalam rumah ternyata tidak hanya membuat penghuninya gerah, tetapi juga membuat persediaan bahan dapur lebih cepat rusak.
Salah satu komoditas dapur yang paling sensitif terhadap suhu panas adalah bawang merah dan bawang putih. Jika salah meletakkan, stok bawang yang baru saja dibeli di pasar akhir pekan ini bisa langsung kisut, membusuk, atau justru mengeluarkan tunas hijau.
Jangan panik dulu! Melansir dari berbagai sumber praktis food preparation, berikut adalah trik jitu menyimpan bawang merah dan bawang putih di tengah cuaca panas Juni agar tetap segar dan awet hingga berbulan-bulan.
1. Segera Keluarkan dari Kantong Plastik

Langkah pertama yang wajib dilakukan setelah pulang berbelanja adalah mengharamkan penggunaan kantong plastik untuk penyimpanan jangka panjang. Kantong plastik sifatnya memerangkap uap air.
Di tengah suhu udara Juni yang gerah, ruangan di dalam kantong plastik akan menjadi lembap dan hangat. Kondisi ini adalah lingkungan paling sempurna bagi jamur untuk berkembang biak dan membuat bawang merah Anda bonyok dalam waktu kurang dari tiga hari.
2. Gunakan Wadah Terbuka atau Jaring (Mesh Bag)

Bawang merah dan bawang putih membutuhkan sirkulasi udara yang baik agar kulit luarnya tetap kering.
Gunakan keranjang bambu, wadah rotan, atau mangkuk yang memiliki lubang udara.
Jika ada, simpan bawang di dalam jaring-jaring khusus (mesh bag) lalu gantung di area dapur.
Trik Tambahan: Lapisi bagian bawah keranjang dengan kertas koran atau tisu dapur non-parfum untuk menyerap kelembapan udara yang berlebih.
3. Jauhkan dari Sinar Matahari dan Area Kompor

Suhu di dekat kompor atau jendela dapur yang terpapar matahari langsung bisa melonjak drastis saat siang hari. Paparan panas yang ekstrem ini akan memaksa kandungan air di dalam siung bawang menguap, sehingga bawang menjadi kopong, kisut, dan kehilangan aromanya.
Carilah sudut dapur yang paling teduh, kering, dan memiliki embusan angin yang stabil, misalnya di rak bagian bawah yang jauh dari jangkauan sinar matahari.
4. Jangan Campur Bawang dengan Kentang!

Ini adalah kesalahan dekorasi dapur yang paling sering dilakukan emak-emak. Menyimpan bawang merah berdampingan atau dalam satu wadah dengan kentang adalah bencana besar.
Kentang secara alami memproduksi gas etilen dan melepaskan kelembapan yang tinggi. Jika bawang terkena gas ini, hormon pertumbuhannya akan aktif, memicu bawang merah maupun bawang putih cepat mengeluarkan tunas. Jika sudah bertunas, sari makanan di dalam siung bawang akan habis dan rasanya menjadi hambar saat dimasak.
5. Perlukah Disimpan di Kulkas?

Banyak yang mengira memasukkan bawang ke dalam kulkas adalah solusi saat cuaca rumah sedang panas. Jawabannya adalah: Tidak perlu, kecuali bawang sudah dikupas.
Bawang merah dan putih utuh yang dimasukkan ke dalam kulkas yang dingin dan lembap justru akan mengubah pati di dalamnya menjadi gula, membuatnya cepat melunak dan berjamur.
Jika utuh: Cukup simpan di suhu ruang yang sejuk.
Jika sudah dikupas/dicincang: Masukkan ke dalam wadah kedap udara (airtight container), lalu simpan di dalam kulkas. Cara ini bisa bertahan hingga 2-3 minggu.
Dengan mempraktikkan trik food prep sederhana ini di rumah, Anda tidak perlu lagi khawatir membuang-buang bumbu dapur akibat rusak terpapar cuaca ekstrem. Stok bumbu aman, pengeluaran belanja akhir pekan pun jadi jauh lebih hemat!



















