Bawang Merah Cepat Busuk? Taruh Selembar Kertas Ini di Wadahnya, Awet 2 Bulan

- Bawang merah cepat busuk di dapur lembap karena sifatnya yang mudah menyerap uap air, memicu pertumbuhan jamur dan bakteri pembusuk.
- Trik sederhana agar bawang awet adalah menaruh selembar tissue dapur atau kertas koran di wadah sebagai penyerap kelembapan pasif.
- Hindari menyimpan bawang bersama kentang atau di kulkas dalam kondisi utuh, serta rutin ganti kertas bila mulai lembap agar tahan hingga dua bulan.
Surakarta, IDN Times — Bawang merah adalah salah satu bumbu dapur paling wajib yang harus selalu ada di rumah. Masalahnya, menyimpan bawang merah di area dapur tropis yang cenderung lembap sering kali menjadi tantangan tersendiri. Baru dibeli beberapa hari, eh tiba-tiba bawang sudah benyek, berjamur, atau bahkan tumbuh tunas. Kalau sudah begini, anggaran belanja bisa jebol karena bumbu mubazir terbuang.
Eits, jangan bingung dulu, Lur! Ternyata ada trik super sederhana bin murah untuk menyelamatkan stok bumbu dapurmu. Cukup bermodalkan selembar tissue dapur (paper towel) atau kertas koran/kertas cokelat bekas, bawang merah dijamin tetap segar, garing, dan awet hingga 2 bulan penuh.
Bagaimana caranya dan apa rahasia ilmiah di baliknya? Yuk, simak panduan high-utility berikut ini!
1. Mengapa Bawang Merah Cepat Busuk di Dapur Lembap?

Menurut panduan penyimpanan bahan pangan dari National Onion Association (NOA) dan pakar pangan dari U.S. Department of Agriculture (USDA), bawang merah dan bawang bombay memiliki sifat hygroscopic, artinya mereka sangat mudah menyerap kelembapan dari udara sekitar.
Ketika disimpan di dapur yang lembap (misalnya dekat tempat cuci piring atau kompor yang sering mengepul), kulit bawang akan menyerap uap air. Kondisi basah dan minim sirkulasi udara inilah yang memicu pertumbuhan spora jamur serta bakteri pembusuk.
2. Solusi Ajaib: Taruh Selembar Kertas!

Fungsi utama dari selembar tissue dapur atau kertas di dalam wadah bawang adalah sebagai penyerap kelembapan pasif (moisture absorber). Kertas akan mengikat uap air berlebih di udara sebelum sempat diserap oleh kulit bawang merah, sehingga lingkungan sekitar bawang tetap kering namun tidak membuatnya keriput.
Berikut adalah langkah-langkah menyimpannya dengan benar:
Sebelum disimpan, pisahkan bawang merah yang sudah telanjur lunak atau menghitam. Gunakan hanya bawang yang benar-benar keras dan utuh.
Gunakan wadah yang memiliki rongga udara baik, seperti keranjang anyaman bambu, wadah plastik bolong-bolong, atau mangkuk jaring. Jangan pernah menyimpan bawang merah di dalam kantong plastik tertutup!
Lapisi bagian dasar wadah dengan selembar tissue dapur atau kertas koran. Jika jumlah bawangnya cukup banyak, kamu bisa menyelipkan satu lembar kertas lagi di bagian tengah tumpukan bawang.
Simpan di Tempat Gelap dan Sejuk: Letakkan wadah di sudut dapur yang kering, tidak terkena sinar matahari langsung, dan jauh dari area kompor atau wastafel.
3. Do's and Don'ts Simpan Bawang Merah Lintas Generasi

Agar awetnya bisa tembus hingga 2 bulan, pastikan kamu juga menghindari kesalahan-kesalahan sepele ini:
Jangan pernah menyimpan bawang merah dalam satu wadah yang sama dengan kentang. Kentang mengeluarkan gas etilen dan kelembapan tinggi yang bisa memaksa bawang merah merespons untuk cepat bertunas dan membusuk.
Jangan masukkan bawang ke dalam kulkas dalam kondisi utuh, Udara dingin dan lembap di dalam kulkas akan mengubah pati dalam bawang menjadi gula, menjadikannya cepat benyek dan berjamur. Kulkas hanya boleh digunakan jika bawang sudah dikupas atau dicacah.
Jika setelah beberapa minggu kertas pengalas terlihat mulai lepek atau terasa lembap, segera ganti dengan kertas yang baru dan kering.
Gampang banget kan, Lur? Hanya dengan memanfaatkan selembar kertas bekas atau tissue dapur, kamu sudah bisa menghemat pengeluaran dapur dan memastikan kualitas masakan tetap sedap dengan bawang yang selalu segar. Selamat mencoba di dapur masing-masing!
















