Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Simak Lur! Ini Perlengkapan Buat Anak-anak Biar Mudik Tambah Nyaman
Arus mudik lebaran di Pelabuhan Tanjung Api-Api Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • IDAI menekankan pentingnya memastikan imunisasi anak lengkap, terutama vaksin MR/MMR, sebelum melakukan perjalanan mudik agar perlindungan terhadap penyakit menular tetap optimal.
  • Orang tua diimbau menjaga protokol kesehatan selama perjalanan dengan menghindari keramaian, menjaga kebersihan tangan, memakai masker, serta memilih destinasi indoor yang aman dan edukatif.
  • IDAI menyarankan membawa P3K, perlengkapan cuaca, dokumen penting, serta memastikan penggunaan car seat atau sabuk pengaman sesuai usia anak demi keselamatan selama perjalanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Perjalanan pulang kampung antar kota atau antar provinsi yang jauh memang kerap melelahkan. Bahkan, buat anak-anak juga bisa membosankan. 

Eit, gak usah khawatir lur! Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) rupanya punya trik jitu untuk membuat anak-anak tetap nyaman selama ikut mudik. 

1. Ortu perlu cek status vaksin anak

Ilustrasi vaksinasi campak. (Pixabay.com/kfuhlert)

Ketua Pengurus Pusat IDAI, DR Dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp Kardio(K), menegaskan bahwa langkah paling fundamental sebelum melakukan perjalanan jauh adalah memastikan status imunisasi anak. 

"Vaksinasi benteng pertahanan terkuat yang bisa kita berikan kepada anak. Langkah paling krusial sebelum mudik memastikan imunisasi anak anda lengkap, terutama vaksin MR/MMR," kata Piprim dalam keterangan resmi yang diterima IDN Times, Minggu malam (15/3/2026). 

Ia bilang vaksinasi dua dosis terbukti menjadi cara paling efektif untuk mencegah penularan campak yang sangat mudah menyebar. "Jika imunisasi anak sudah lengkap, perlindungannya sudah optimal, dan ini memberikan ketenangan ekstra bagi orang tua selama liburan,” imbuhnya.

2. Begini cara aman mudik ke kampung halaman

Pemudik pejalan kaki saat arus balik Lebaran 2025 di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Selain vaksinasi, IDAI mengimbau orangtua untuk menerapkan protokol kesehatan selama dalam perjalanan, antara lain:

1.  Hindari Keramaian: 

Sebisa mungkin kurangi interaksi di tempat padat pengunjung dan ajarkan anak menjaga jarak dari individu yang menunjukkan gejala batuk atau pilek.

2.  Higienitas: 

Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menyediakan hand sanitizer. 

3.  Etika Batuk dan Masker: 

Ajari anak menutup mulut dengan tisu atau siku saat batuk/bersin. Gunakan masker di transportasi umum atau ruang publik sebagai perlindungan ekstra dari percikan droplet.

4.  Tidak Berbagi Barang Pribadi: 

Hindari berbagi alat makan, handuk, atau botol minum.

Piprim menyarankan orang tua untuk memilih tempat wisata dalam ruangan (indoor) seperti museum, pusat sains, atau perpustakaan anak untuk menghindari paparan hujan dan keramaian berlebih.

"Pilihlah destinasi di dalam ruangan seperti museum, pusat sains/edukasi interaktif, perpustakaan anak, atau taman bermain dalam ruangan. Ini menawarkan pengalaman seru sekaligus melindungi anak dari hujan dan keramaian yang berlebihan. Hindari lokasi yang rawan banjir, longsor, atau memiliki akses jalan licin," kata Piprim.

3. Perlu siapkan P3K dan jas hujan

Cara merawat jas hujan (pexels.com/EyeEm)

Orang tua juga sebaiknya memantau prediksi cuaca, memastikan anak dalam kondisi fit sebelum berangkat, dan menyiapkan aktivitas alternatif di penginapan jika cuaca buruk. Untuk perjalanan darat, siapkan playlist lagu anak atau dongeng audio untuk menjaga suasana hati tetap hangat.

Untuk mengantisipasi kebutuhan darurat, IDAI merekomendasikan perlengkapan berikut:

  • P3K Keluarga: 

Parasetamol, obat anti-mabuk, oralit, plester, perban, termometer, dan vitamin C.

  • Dokumen Penting: 

Kartu Identitas Anak (Akta Kelahiran/Kartu Keluarga/Paspor), tiket perjalanan, bukti pemesanan hotel, surat izin dari pasangan (jika bepergian sendiri), serta daftar nomor darurat (rumah sakit terdekat di jalur mudik).

  • Perlengkapan Cuaca: 

Jaket, jas hujan/payung, alas kaki anti selip, dan pakaian ganti.

  • Bekal dan Hiburan: 

Camilan buah potong, telur rebus, omelet, biskuit, botol minum sendiri, serta mainan atau buku untuk mengalihkan kebosanan anak.

Selain kesehatan, IDAI juga menyoroti aspek krusial lainnya: keselamatan berkendara. Mengacu pada Rekomendasi IDAI No. 11/PP IDAI/SR/IV/2023 tentang Safety Road and Prevention Road Injury pada Anak, IDAI mengingatkan bahwa cedera lalu lintas (road injury) masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan disabilitas pada anak dan remaja secara global.

4. Perlindungan anak dimulai dari perlengkapan standar

Seorang ibu menggendong anaknya saat berjalan masuk ke dek KM Kelimutu di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Sekretaris Umum Pengurus Pusat IDAI, DR Dr Hikari Ambara Sjakti, Sp.A, Subsp HOnk(K), menekankan bahwa perlindungan anak di dalam kendaraan harus dimulai dengan perlengkapan yang sesuai standar. 

"Keselamatan anak di jalan tanggung jawab mutlak orang tua. Jangan pernah menganggap remeh penggunaan car seat atau sabuk pengaman. Untuk perjalanan darat, pastikan anak menggunakan perlengkapan keselamatan yang sesuai dengan usia dan berat badannya," jelas Hikari.

Editorial Team