Strategi BCKI Tingkatkan Daya Saing Properti di Jateng Lewat Inovasi Smart Home

PT BCKI menggandeng PT Handyman Smart Teknologi untuk mengintegrasikan smart home pada proyek hunian di Semarang, sebagai strategi menambah nilai jual dan daya saing.
Penerapan teknologi dapat disesuaikan dengan segmen harga, dari kunci pintar hingga otomatisasi penuh, sementara sistem plug and play menekan biaya instalasi dan renovasi.
Smart home dapat terhubung ke panel surya serta mengatur lampu dan AC untuk menghemat listrik; kolaborasi juga mendukung ekspansi BCKI dan Handyman di Jawa Tengah.
Semarang, IDN Times - Di tengah kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat yang dinamis, pengembang properti dituntut untuk memutar otak demi mempertahankan pangsa pasar. Merespons tantangan itu, PT Bangun Cipta Karya Indonesia (BCKI)—anak usaha dari perusahaan pengembang PT Fasindo Properti Indonesia—mengambil langkah strategis dengan mengintegrasikan teknologi rumah pintar (smart home) pada proyek hunian mereka di Semarang.
Untuk merealisasikan hal itu, BCKI menggandeng perusahaan penyedia teknologi PT Handyman Smart Teknologi. Kolaborasi ini tidak sekadar meningkatkan kualitas bangunan, melainkan menjadi manuver bisnis untuk mendongkrak nilai jual properti.
1. Nilai Tambah Hadapi Persaingan Pasar

Kantor PT Bangun Cipta Karya Indonesia (BCKI), anak usaha dari perusahaan pengembang PT Fasindo Properti Indonesia di Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana) Direktur PT BCKI, Laindra Winarto mengakui, inovasi rumah pintar merupakan taktik untuk memberikan nilai tambah (added value) bagi produk hunian mereka saat menghadapi persaingan pasar yang ketat.
"Harapannya dengan adanya smart building system ini, kita bisa memberi nilai tambah untuk bangunan-bangunan yang dikerjakan oleh BCKI. Ini menjadi nilai tambah sales untuk menawarkan rumah, memenangkan persaingan pasar, dan meningkatkan daya saing," ungkap Laindra di Semarang, Rabu (21/10/2026).
Penambahan fasilitas itu dirancang agar tidak menggelembungkan harga jual rumah secara ekstrem. Tingkat penerapan teknologi bisa disesuaikan (custom) dengan segmen harga unit rumah, mulai dari sekadar pemasangan kunci pintu pintar hingga otomatisasi sistem penuh.
2. Efisiensi Biaya Instalasi dan Operasional

Simulasi teknologi Smart Home Handyman di Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana) Dari sisi efisiensi modal, adopsi sistem Handyman dinilai ekonomis bagi pihak pengembang maupun konsumen. Direktur Operasional PT Handyman Smart Teknologi, Jeffry Candra Suwono, menjamin instalasi produk mereka menggunakan sistem plug and play. Hal itu memangkas ongkos tukang dan biaya renovasi karena sakelar pintar dapat langsung dipasang tanpa memerlukan tarikan kabel netral baru.
Keuntungan ekonomi jangka panjang juga dirasakan langsung oleh penghuni. Sistem pintar tersebut dapat dihubungkan dengan instalasi panel surya untuk memonitor efisiensi produksi daya, sekaligus mengatur jadwal lampu dan penyejuk udara (AC).
Integrasi itu diakuinya secara efektif sanggup menekan pengeluaran tagihan listrik bulanan.
3. Peluang Ekspansi Bisnis Skala Nasional

Penandatanganan kerja sama PT Bangun Cipta Karya Indonesia (BCKI) dengan PT Handyman Smart Teknologi di Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana) Bagi kedua entitas perusahaan, kerja sama itu membuka keran ekspansi bisnis yang lebih masif. BCKI saat ini tengah menggarap tujuh proyek di kawasan Semarang, serta masing-masing satu proyek di Cirebon dan Cikarang.
Di sisi lain, Handyman yang sebelumnya sukses menggarap pasar properti di Surabaya, Jakarta, hingga Makassar, melihat kolaborasi itu sebagai pintu masuk potensial untuk memperluas penetrasi pasar teknologi perumahan di wilayah Jawa Tengah.
Kemitraan tersebut membuktikan, adaptasi teknologi cerdas kini menjadi standar baru dalam peta bisnis properti masa depan.























