Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Strategi BCKI Tingkatkan Daya Saing Properti di Jateng Lewat Inovasi Smart Home
Simulasi teknologi Smart Home Handyman di Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)
  • PT BCKI menggandeng PT Handyman Smart Teknologi untuk mengintegrasikan smart home pada proyek hunian di Semarang, sebagai strategi menambah nilai jual dan daya saing.

  • Penerapan teknologi dapat disesuaikan dengan segmen harga, dari kunci pintar hingga otomatisasi penuh, sementara sistem plug and play menekan biaya instalasi dan renovasi.

  • Smart home dapat terhubung ke panel surya serta mengatur lampu dan AC untuk menghemat listrik; kolaborasi juga mendukung ekspansi BCKI dan Handyman di Jawa Tengah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (21/10/2026)

BCKI menyatakan integrasi smart building system menjadi strategi untuk menambah nilai jual hunian, memenangkan persaingan pasar, dan meningkatkan daya saing.

saat ini

BCKI tengah menggarap tujuh proyek di Semarang serta masing-masing satu proyek di Cirebon dan Cikarang, membuka peluang penerapan teknologi rumah pintar lebih luas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    PT Bangun Cipta Karya Indonesia mengintegrasikan teknologi rumah pintar pada proyek hunian untuk menambah nilai jual dan meningkatkan daya saing properti.
  • Who?
    PT Bangun Cipta Karya Indonesia, anak usaha PT Fasindo Properti Indonesia, bekerja sama dengan PT Handyman Smart Teknologi. Laindra Winarto dan Jeffry Candra Suwono menyampaikan keterangan.
  • Where?
    Penerapan dilakukan pada proyek hunian BCKI di Semarang. BCKI juga menggarap proyek di Cirebon dan Cikarang, sementara Handyman menargetkan perluasan pasar Jawa Tengah.
  • When?
    Laindra Winarto menyampaikan langkah tersebut di Semarang pada Rabu, 21 Oktober 2026.
  • Why?
    Teknologi rumah pintar diterapkan untuk memberi nilai tambah penjualan, menghadapi persaingan pasar, serta menjaga harga rumah agar tidak meningkat secara ekstrem.
  • How?
    Penerapan dapat disesuaikan dari kunci pintu pintar hingga otomatisasi penuh. Sistem plug and play dipasang tanpa kabel netral baru serta dapat terhubung ke panel surya, lampu, dan AC.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
BCKI membuat rumah pintar di Semarang bersama Handyman Smart Teknologi. Rumah bisa punya kunci pintar, lampu, dan AC yang bisa diatur. Ini supaya rumah lebih menarik untuk dibeli. Alatnya mudah dipasang. Rumah juga bisa memakai panel surya agar listrik lebih hemat. BCKI sedang punya banyak proyek rumah di beberapa kota.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kolaborasi BCKI dan Handyman memperlihatkan bagaimana inovasi dapat diterapkan secara fleksibel di tengah persaingan properti yang ketat. Sistem rumah pintar yang dapat disesuaikan dengan segmen hunian, dipasang secara plug and play, serta membantu pengaturan energi memberi ruang bagi nilai jual yang lebih kuat tanpa dorongan biaya yang ekstrem.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Di tengah kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat yang dinamis, pengembang properti dituntut untuk memutar otak demi mempertahankan pangsa pasar. Merespons tantangan itu, PT Bangun Cipta Karya Indonesia (BCKI)—anak usaha dari perusahaan pengembang PT Fasindo Properti Indonesia—mengambil langkah strategis dengan mengintegrasikan teknologi rumah pintar (smart home) pada proyek hunian mereka di Semarang.

Untuk merealisasikan hal itu, BCKI menggandeng perusahaan penyedia teknologi PT Handyman Smart Teknologi. Kolaborasi ini tidak sekadar meningkatkan kualitas bangunan, melainkan menjadi manuver bisnis untuk mendongkrak nilai jual properti.

1. Nilai Tambah Hadapi Persaingan Pasar

Kantor PT Bangun Cipta Karya Indonesia (BCKI), anak usaha dari perusahaan pengembang PT Fasindo Properti Indonesia di Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Direktur PT BCKI, Laindra Winarto mengakui, inovasi rumah pintar merupakan taktik untuk memberikan nilai tambah (added value) bagi produk hunian mereka saat menghadapi persaingan pasar yang ketat.

"Harapannya dengan adanya smart building system ini, kita bisa memberi nilai tambah untuk bangunan-bangunan yang dikerjakan oleh BCKI. Ini menjadi nilai tambah sales untuk menawarkan rumah, memenangkan persaingan pasar, dan meningkatkan daya saing," ungkap Laindra di Semarang, Rabu (21/10/2026).

Penambahan fasilitas itu dirancang agar tidak menggelembungkan harga jual rumah secara ekstrem. Tingkat penerapan teknologi bisa disesuaikan (custom) dengan segmen harga unit rumah, mulai dari sekadar pemasangan kunci pintu pintar hingga otomatisasi sistem penuh.

2. Efisiensi Biaya Instalasi dan Operasional

Simulasi teknologi Smart Home Handyman di Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Dari sisi efisiensi modal, adopsi sistem Handyman dinilai ekonomis bagi pihak pengembang maupun konsumen. Direktur Operasional PT Handyman Smart Teknologi, Jeffry Candra Suwono, menjamin instalasi produk mereka menggunakan sistem plug and play. Hal itu memangkas ongkos tukang dan biaya renovasi karena sakelar pintar dapat langsung dipasang tanpa memerlukan tarikan kabel netral baru.

Keuntungan ekonomi jangka panjang juga dirasakan langsung oleh penghuni. Sistem pintar tersebut dapat dihubungkan dengan instalasi panel surya untuk memonitor efisiensi produksi daya, sekaligus mengatur jadwal lampu dan penyejuk udara (AC).

Integrasi itu diakuinya secara efektif sanggup menekan pengeluaran tagihan listrik bulanan.

3. Peluang Ekspansi Bisnis Skala Nasional

Penandatanganan kerja sama PT Bangun Cipta Karya Indonesia (BCKI) dengan PT Handyman Smart Teknologi di Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Bagi kedua entitas perusahaan, kerja sama itu membuka keran ekspansi bisnis yang lebih masif. BCKI saat ini tengah menggarap tujuh proyek di kawasan Semarang, serta masing-masing satu proyek di Cirebon dan Cikarang.

Di sisi lain, Handyman yang sebelumnya sukses menggarap pasar properti di Surabaya, Jakarta, hingga Makassar, melihat kolaborasi itu sebagai pintu masuk potensial untuk memperluas penetrasi pasar teknologi perumahan di wilayah Jawa Tengah.

Kemitraan tersebut membuktikan, adaptasi teknologi cerdas kini menjadi standar baru dalam peta bisnis properti masa depan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article