Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Stunting Mengintai Sejak Kandungan, POGI Serukan Aksi Bersama
Pegadaian Kanwil XI Semarang berkolaborasi dengan POGI dalam kegiatan sosialisasi pencegahan stunting yang dilaksanakan secara serentak di Slawi Tegal dan Gunungkidul, Kamis (20/8/2026). (IDN Times/Dok Humas Pegadaian Semarang)
  • POGI menekankan pencegahan stunting harus dimulai sejak kehamilan melalui pemantauan ibu dan janin, pemenuhan nutrisi, pemeriksaan rutin, serta persiapan kelahiran.
  • POGI mengingatkan orangtua bahwa perawatan selama hamil, termasuk vitamin dan makanan bergizi, merupakan investasi untuk mencegah biaya pengobatan lebih besar setelah anak lahir.
  • Pegadaian Kanwil XI Semarang berkolaborasi dengan POGI menggelar sosialisasi serentak di Slawi Tegal dan Gunungkidul tentang risiko stunting, gizi, kesehatan ibu-anak, dan peran keluarga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
20 Agustus 2026

Pegadaian Kanwil XI Semarang berkolaborasi dengan POGI menggelar sosialisasi pencegahan stunting secara serentak di Slawi Tegal dan Gunungkidul.

24 Agustus 2026

Aries Aviani Nugroho menyatakan kolaborasi dengan POGI diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan ibu dan anak serta pencegahan stunting.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    POGI dan Pegadaian Kanwil XI Semarang menggelar sosialisasi pencegahan stunting, dengan penekanan bahwa pencegahan perlu dimulai sejak masa kehamilan.
  • Who?
    POGI, Pegadaian Kanwil XI Semarang, Ketua POGI Semarang dr Ediwibowo Ambar, Ketua POGI DIY Dr Muhammad Nurhadi Rahman, serta masyarakat menjadi sasaran kegiatan.
  • Where?
    Sosialisasi dilaksanakan serentak di Slawi, Tegal, dan Gunungkidul; kegiatan bakti sosial POGI juga berlangsung di 36 kota di Indonesia.
  • When?
    Kegiatan sosialisasi berlangsung pada Kamis, 20 Agustus 2026. Keterangan dari Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil XI Semarang disampaikan pada Senin, 24 Agustus 2026.
  • Why?
    Stunting dinilai perlu dicegah sejak awal kehamilan melalui pemantauan ibu dan janin, pemenuhan nutrisi, serta persiapan kelahiran yang baik.
  • How?
    POGI dan Pegadaian memberikan edukasi mengenai faktor risiko stunting, gizi, kesehatan ibu dan anak, persiapan persalinan, serta peran keluarga dalam menjaga kesehatan generasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
POGI mengajak semua orang mencegah anak jadi pendek dan kurus karena kurang gizi. Mereka bilang ibu hamil perlu makan sehat, minum vitamin, dan periksa ke dokter. POGI dan Pegadaian juga memberi penjelasan di Slawi Tegal dan Gunungkidul. Mereka ingin ibu, bayi, dan anak Indonesia tumbuh sehat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kolaborasi POGI dan Pegadaian menunjukkan perhatian lintas sektor terhadap kesehatan ibu dan anak melalui edukasi yang dimulai sejak kehamilan. Sosialisasi di berbagai daerah membuka ruang bagi keluarga untuk memahami gizi, pemantauan ibu dan janin, serta persiapan persalinan sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang lebih sehat dan berkualitas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) mengajak masyarakat turut aktif memberantas stunting.

Ketua POGI Semarang dr Ediwibowo Ambar menyampaikan, untuk mencegah anak terlahir dalam kondisi stunting, hal utama yang perlu disadari para orangtua ialah anak adalah investasi. Sehingga rawat sebaik mungkin sejak dalam kandungan.

Membeli vitamin, rutin periksa dokter, memberi makanan tambahan dan bergizi sepertinya mahal. Tetapi harus dilihat hasil yang akan datang lebih mahal lagi.

"Bayangkan ketika investasi tidak baik, anak lahir sakit, berat badan kurus dan kondisi lainnya mengobati lebih mahal dari pada investasi selama hamil," ujar Edi.

Terpisah, Ketua POGI DIY Dr Muhammad Nurhadi Rahman mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari bakti sosial POGI indonesia yang dilaksanakan secara serencana serentak di 36 kota di Indonesia.

Menurutnya, pencegahan stunting tidak cukup dilakukan ketika bayi sudah lahir, upaya tersebut justru perlu dimulai sejak awal kehamilan melaluai pemantauan kondisi ibu dan janin, pemenuhan nutrisi, serta persiapan kelahiran yang baik.

"Stunting merupakan persoalan kita semua, tidak bisa dicegah hanya saat bayi lahir, tetapi sejak awal masa kehamilan," ujar Nurhadi.

Ia berharap kolaborasi bersama POGI dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan sosial dan edukasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya generasi Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas.

Adapun Pegadaian Kanwil XI Semarang berkolaborasi dengan POGI dalam kegiatan sosialisasi pencegahan stunting yang dilaksanakan secara serentak di Slawi Tegal dan Gunungkidul, Kamis (20/8/2026).

Sosialisasi menyasar masyarakat dengan memberikan pemahaman mengenai faktor risiko stunting, pentingnya pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, persiapan persalinan serta peran keluarga dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil XI Semarang M Aries Aviani Nugroho, menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya hadir dalam memberikan solusi keuangan kepada masyarakat, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

"Melalui kolaborasi dengan POGI, kami berharap edukasi mengenai pencegahan stunting dapat memberikan manfaat nyata dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan ibu dan anak," kata Aries dalam keterangan yang diterima IDN Times, Senin (24/8/2026).

Melalui semangat Mengatasi Masalah Tanpa Masalah, Pegadaian terus berkomitmen untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, tidak hanya melalui layanan keuangan, tetapi juga melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article