Surakarta, IDN Times - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo mendata, sudah ada sebanyak 389 tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar COVID-19. Jumlah tersebut berasal dari 17 Puskesmas, dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dan 9 rumah sakit swasta yang ada di wilayah Kota Solo.
Sudah 389 Nakes di Solo Kena COVID-19, Vaksinasi Terancam Mandek

1. Tenaga kesehatan paling banyak terkena COVID-19 saat Februari 2022
Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan, banyaknya nakes yang terkena virus corona terjadi seiring dengan peningkatan kasus COID-19 di Kota Solo. Jumlah tersebut merupakan akumulasi sejak awal Januari 2022 sampai pekan ketiga Februari 2022.
Adapun, nakes yang paling banyak terpapar terjadi di bulan Februari 2022, yaitu mencapai 389 orang.
2. Membutuhkan lokasi isolasi terpusat untuk nakes
Siti menambahkan banyaknya nakes yang terpapar tersebut memerlukan lokasi yang layak untuk tempat isolasi terpusat (isoter) bagi mereka.
“Menyediakan lokasi Isoter bagi nakes terpapar virus corona sangat penting, karena pihaknya khawatir ada kasus pengusiran lagi terhadap nakes terkena COVID-19,” ungkapnya.
Ia juga menyebut, sebagian besar dari mereka berstatus orang tanpa gejala (OTG) sehingga nihil untuk kasus meninggal dunia.
“Nakes yang terpapar sudah ada yang sembuh usai jalani isolasi mandiri,” ujarnya.
3. Gibran ingatkan tak perlu khawatir
Terpisah, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku akan menyediakan lokasi isoter khusus nakes. Saat ini, akunya, Pemkot Solo telah memiliki isoter di Graha Wisata Niaga yang sudah ditempati masyarakat umum.
Sedangkan isoter di Ndalem Priyosuhartan dengan kapasitas 41 orang sudah menampung 14 pasien. Lalu, untuk rumah sakit lapangan di Benteng Vastenburg belum digunakan karena masih banyak hewan liar, seperti ular.
"Kita tetap jalan seperti biasa, sekiranya kekurangan orang ya kita carikan, tenang saja. Pokoknya nanti kita sediakan isoter untuk nakes, sambil jalan," ucapnya.
4. Vaksinasi COVID-19 terancam terhambat
Gibran mengakui, saat ini ada beberapa Puskesmas di wilayahnya yang terpaksa harus tutup karena nakesnya terkena COVID-19. Meski demikian ia meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik.
“Moga-moga ini sudah melewati puncak dan segera melandai,” pungkasnya.
Gibran tak menampik jika pelaksanaan vaksinasi bakal terhambat dengan banyaknya nakes yang terpapar. Jika memang diperlukan, lanjutnya, pihaknya akan mencari relawan.
“Santai saja, kalau nanti sekiranya nakesnya berkurang banget dan mengganggu pelayanan, kita carikan relawan. Tenang saja ya,” tutupnya.