Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tantangan Berkelanjutan, Prof. Akhmad Sodiq Kembali Pimpin Unsoed

Tantangan Berkelanjutan, Prof. Akhmad Sodiq Kembali Pimpin Unsoed
Prof Akhmad Sodiq (kanan) saat menandatangani surat keputusan pengangkatan rektor unsoed purwokerto 2026 - 2030, Selasa (19/5/2026).(IDN Times/Foto : Uni)
Intinya Sih
  • Prof. Akhmad Sodiq resmi dilantik kembali sebagai Rektor Unsoed periode 2026–2030 oleh Mendiktisaintek Brian Yuliarto, menandai kelanjutan kepemimpinannya dalam memperkuat peran kampus menghadapi era disrupsi teknologi.
  • Mendiktisaintek menekankan pentingnya Unsoed menjadi pusat inovasi dan kolaborasi lintas sektor, dengan fokus pada riset terapan, digitalisasi, serta penguatan program studi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
  • Selama periode pertama kepemimpinannya, Unsoed meraih Akreditasi Unggul BAN-PT, masuk 50 besar nasional versi QS Asia, dan memperkuat riset berbasis kearifan lokal di bidang pangan dan pedesaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Purwokerto, IDN Times - Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., IPU., ASEAN Eng. resmi dilantik kembali sebagai Rektor Unsoed untuk periode 2026–2030 oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, di Grha Diktisaintek, Jakarta, Selasa (19 Mei 2026).

Pelantikan tersebut sebagai langkah amanah strategis untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor inovasi dan solusi bagi persoalan bangsa di era disrupsi teknologi dan dinamika global.

Sebeliumnya, Prof. Akhmad Sodiq terpilih melalui sidang senat tertutup pada 1 April 2026 di Auditorium Laboratorium Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed. Ia unggul telak dengan 87 suara, mengalahkan Prof. Dr. Ali Rokhman (35 suara) dan Dr. Adi Indrayanto, S.E., (0 suara).

Saat itu, Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unsoed, Prof. Dr. Dwi Nugroho Wibowo, M.S. (Prof. Bowo), menyatakan seluruh tahapan Pilrek berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi. “Kami berharap di periode kedua ini, Prof. Akhmad Sodiq dapat langsung bergerak cepat membawa Unsoed berlari lebih kencang, menjawab tantangan zaman, dan semakin berdampak nyata bagi masyarakat luas,"ujarnya.

1. Menteri minta Unsoed Purwokerto makin adaptif

Dua pria mengenakan setelan jas dan peci berjabat tangan di acara resmi, salah satunya memakai kalung jabatan emas, disaksikan beberapa orang di belakang.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (berkacamata), di Grha Diktisaintek minta rekor unsoed lebih adaptif, Selasa (19/52026).(IDN Times/Foto : Uni)

Dalam arahannya, Mendiktisaintek Brian Yuliarto menekankan bahwa perguruan tinggi harus menjadi pusat inovasi, pengembangan talenta, dan solusi bagi persoalan bangsa. “Saya berharap para pejabat yang dilantik mampu menghadirkan tata kelola yang agile, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak,” ungkapnya.

Visi "Diktisaintek Berdampak" yang digaungkan Kemdiktisaintek selaras dengan komitmen Unsoed. "Output pendidikan dan riset tidak boleh berhenti pada capaian akademik semata, melainkan harus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, industri, pembangunan daerah, dan Indonesia Emas 2045,"katanya seperti yang disampaikan tim humas Unsoed, Uni Wahyuningsih.

Menteri Brian menyebut bahwa Prof. Akhmad Sodiq diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dengan industri, UMKM, pemerintah daerah, serta mempercepat transformasi digital dan internasionalisasi kampus.

Ditambahkan, di tengah disrupsi teknologi, geopolitik global, dan tuntutan SDM unggul, Unsoed di bawah kepemimpinan Prof. Sodiq periode kedua diharapkan semakin adaptif. Fokus pada riset terapan, entrepreneurship mahasiswa, smart village, serta penguatan program studi yang relevan dengan kebutuhan zaman akan menjadi kunci.

2. Profil Prof. Akhmad Sodiq, akademisi peternakan yang visioner

Seorang pria mengenakan setelan jas hitam mengucap sumpah jabatan dengan kitab suci di atas kepalanya dalam upacara pelantikan.
Prof. Akhmad Sodiq saat ucap sumpah jabatan di bawah Kitab Suci saat dilantik, Selasa (19/5/2026).(IDN Times/Foto : Uni)

Lahir di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada 28 Januari 1969, Prof. Akhmad Sodiq adalah alumnus Fakultas Peternakan Unsoed (S1, 1987–1992). Ia melanjutkan pendidikan S2 di Georg August Universität Göttingen, Jerman (1994–1997), dan S3 di Universität Kassel (1999–2003).

Sebelum menjadi Rektor Unsoed periode pertama (2022–2026), ia pernah menjabat sebagai pendiri sekaligus Rektor pertama Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto (2017–2018) dan Dekan Fakultas Peternakan Unsoed selama dua periode.

Kariernya diwarnai berbagai penghargaan, seperti Satyalancana Karya Satya XX Tahun, Unsoed Award Pengabdian kepada Masyarakat, serta berbagai gelar dosen berprestasi.

Keahliannya di bidang produksi ternak, khususnya domba dan kambing, membuatnya aktif di organisasi seperti Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) dan Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI). Ia juga terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan keagamaan di Nahdlatul Ulama.

3. Capaian Unsoed di bawah kepemimpinan sebelumnya

Infografis capaian signifikan Universitas Jenderal Soedirman periode 2022–2026 mencakup akreditasi unggul, peringkat internasional, keterbukaan informasi, dan penguatan riset.
Sebagian capaian Prof. Akhmad Sodiq saat sebelumnya juga menjabar rektor Unsoed 2022 - 2026.(IDN Times/Foto : Grok)

Pada periode pertama (2022–2026), Unsoed mencatat kemajuan signifikan, diantaranya adalah :

  • Meraih predikat Akreditasi Unggul dari BAN-PT untuk pertama kalinya.
  • Masuk 50 besar nasional versi QS Asia (peringkat 801 - 850 Asia) dan perbaikan peringkat Webometrics (dari 1.999 ke 1.905 dunia).
  • Konsisten meraih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik selama lima tahun berturut turut.
  • Penguatan riset di bidang pangan, pertanian, kelautan, dan pengembangan pedesaan - sesuai visi Unsoed sebagai pusat pengembangan sumber daya perdesaan dan kearifan lokal.

Share Article
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More