Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bukan Eror Sistem, Ini Alasan Utama Gagal Daftar Subsidi Tepat Pertamina

Bukan Eror Sistem, Ini Alasan Utama Gagal Daftar Subsidi Tepat Pertamina
Layanan pendaftaran program subsidi tepat Pertalite. (dok. Pertamina)
Intinya Sih
  • Pertamina menegaskan sistem Subsidi Tepat tidak bermasalah, kendala utama berasal dari penyalahgunaan atau duplikasi plat nomor kendaraan yang menyebabkan pendaftaran gagal.
  • Masyarakat diminta memverifikasi plat nomor ke Samsat jika terjadi duplikasi dan dapat melapor kembali ke Pertamina untuk solusi, dengan dukungan kerja sama antara Pertamina dan kepolisian.
  • Kualitas foto kendaraan menjadi faktor penting dalam verifikasi, sementara Pertamina juga memberi pelatihan kepada organisasi angkutan agar membantu anggota mendaftar secara benar dan tepat sasaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Semarang, IDN Times - Pendaftaran program Subsidi Tepat dari Pertamina sering memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat. Merespons hal tersebut, Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan menjelaskan, pihaknya menyiapkan layanan Help Desk di seluruh SPBU untuk membantu kelancaran proses pendaftaran.

"Pada prinsipnya kalau ada kendala, tinggal tanya operator saja untuk bisa langsung mengaktivasi akunnya kembali atau mengecek apa kendalanya," kata Taufiq, Rabu (20/5/2026).

1. Waspada penyalahgunaan plat nomor

Petugas Pertamina menunjukkan kartu QR Code Subsidi Tepat. (Dok. Pertamina)
Petugas Pertamina menunjukkan kartu QR Code Subsidi Tepat. (Dok. Pertamina)

Taufiq menegaskan, selama proses pendaftaran berjalan, tidak ada gangguan pada sistem Pertamina. Kendala yang paling banyak terjadi di lapangan justru berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan nomor polisi (nopol) atau plat nomor.

Menurutnya, banyak kasus di mana satu plat nomor yang sama terdaftar untuk kendaraan dengan tipe berbeda. Oleh karena itu, ia menyebutkan, pendaftaran harus dilakukan sendiri oleh pemilik kendaraan.

"Pendaftaran Subsidi Tepat MyPertamina itu harus didasari pendaftaran diri sendiri supaya dia mengklaim bahwa dia berhak. Dengan menyatakan diri berhak, berarti dia mengikuti semua konsekuensinya bahwa ini barang negara yang setiap liternya dipertanggungjawabkan," ujarnya.

2. Langkah mengatasi kendala nopol ganda

Sejumlah pengendara kendaraan bermotor mendaftarkan diri pada program QR Code Subsidi Tepat. (Dok. Pertamina)
Sejumlah pengendara kendaraan bermotor mendaftarkan diri pada program QR Code Subsidi Tepat. (Dok. Pertamina)

Bagi masyarakat yang mendapati plat nomor kendaraannya sudah terpakai oleh pihak lain di sistem, Taufiq menyarankan agar segera datang ke kantor Samsat terdekat. Langkah ini penting untuk memastikan apakah benar ada duplikasi plat nomor.

Jika pihak Samsat memastikan tidak ada nopol ganda, masyarakat bisa kembali melapor ke Pertamina.

"Tinggal balik lagi, nanti bisa dicarikan solusi," tambah Taufiq.

Pertamina juga bekerja sama dengan polisi untuk menindaklanjuti berbagai modus penyalahgunaan Subsidi Tepat MyPertamina. Taufiq memilih tidak merinci modus operandi di lapangan agar pihak tidak bertanggung jawab tidak menemukan celah baru.

3. Pentingnya kualitas foto dan aturan sumbu roda

Ilustrasi pendaftaran Subsidi Tepat MyPertamina. (IDN Times/Ungke Pepotoh/bt)
Ilustrasi pendaftaran Subsidi Tepat MyPertamina. (IDN Times/Ungke Pepotoh/bt)

Selain masalah nopol, kendala pendaftaran juga sering bersumber dari kualitas foto kendaraan yang tidak sesuai kriteria. Foto yang diunggah harus menampilkan plat nomor dan roda secara jelas.

Hal itu berkaitan dengan aturan dari BPH Migas mengenai batas sumbu roda kendaraan penerima BBM bersubsidi.

"Jika foto tidak memperlihatkan roda, petugas akan kesulitan memverifikasi kelayakan kendaraan tersebut," imbuh Taufiq.

4. Pendampingan untuk organisasi angkutan

Salah satu pengendara mendaftarkan diri agar dapat bertransaksi BBM bersubsidi menggunaan QR Code Subsidi Tepat. (Dok. Pertamina)
Salah satu pengendara mendaftarkan diri agar dapat bertransaksi BBM bersubsidi menggunaan QR Code Subsidi Tepat. (Dok. Pertamina)

Sebagai langkah antisipasi dan percepatan, Pertamina juga memberikan Training of Trainer (ToT) kepada kantong-kantong besar organisasi angkutan, seperti Organda, Aptrindo, dan pengusaha bus di wilayah Jawa Tengah dan DIY, khususnya di Semarang. Melalui pelatihan itu, organisasi tersebut membuka Help Desk mandiri untuk membantu para anggotanya.

Taufiq mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri jika kendaraannya memang tidak berhak menerima BBM subsidi. Semua upaya pengawasan dan perbaikan sistem ini berjalan murni untuk melindungi BBM bersubsidi agar tepat sasaran.

"Apabila mengalami kesulitan saat mendaftar, segera kunjungi layanan Help Desk di SPBU terdekat atau hubungi Call Center Pertamina di 135 untuk mendapatkan panduan langsung," pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana

Latest News Jawa Tengah

See More