- Fitur Hologram: Segel asli memiliki hologram yang berubah warna dan memunculkan kilau logo Pertamina, serta tulisan "ELPIJI" atau "BRIGHT GAS" saat dilihat dari berbagai sudut. Sebaliknya, segel palsu umumnya berupa plastik polos atau sablon biasa tanpa kilauan warna yang bisa berubah.
- Kondisi Plastik: Segel asli dipasang menggunakan mesin agar merekat sangat kuat, rapi, dan kencang pada katup tabung. Tabung berpotensi oplosan atau bekas pakai jika segel terlihat longgar, mudah diputar dengan tangan kosong, atau tampak bekas dilem kembali.
- Warna Segel Gas 3 Kg: Warna segel plastik pada gas melon 3 kg menunjukkan wilayah distribusi resmi, meskipun fitur ini berpotensi dipalsukan. Sebagai contoh, merah untuk wilayah DKI Jakarta, biru untuk Jawa Barat, dan hijau untuk Jawa Timur. Pembeli patut mencurigai tabung bersampul hijau yang dijual di wilayah Jakarta.
Cara Membedakan Segel Tabung Gas Asli Pertamina dan Oplosan

- Pertamina menggunakan teknologi Double Spindle Valve System (DSVS) dengan segel hologram dan kode QR untuk memastikan keaslian tabung gas.
- Pengecekan fisik meliputi hologram berkilau, segel plastik kuat, serta warna segel sesuai wilayah distribusi resmi.
- Pengecekan digital melalui pemindaian kode QR menampilkan data agen resmi dan tanggal pengisian, sementara pembelian aman disarankan di SPBU atau agen Pertamina terpercaya.
Memastikan keaslian tabung gas merupakan langkah penting untuk menjaga keselamatan di dapur. Cara paling akurat membedakan segel tabung gas asli resmi Pertamina dari produk oplosan adalah melalui teknologi Double Spindle Valve System (DSVS).
Katup segel penutup itu memuat fitur hologram dan kode QR. Berikut panduan lengkap membedakan tabung asli secara fisik maupun digital.
1. Pengecekan fisik segel (cap seal)

Segel asli Pertamina memiliki standar keamanan tinggi yang sulit ditiru oleh pengoplos rumahan.
2. Pengecekan digital (pemindaian kode QR)

Pengecekan digital merupakan metode paling valid untuk tabung Bright Gas dan Elpiji 12 kg modern.
- Cara Memindai: Temukan kode QR pada bagian atas atau samping segel plastik penutup katup, lalu pindai menggunakan kamera ponsel, Google Lens, atau aplikasi MyPertamina.
- Verifikasi Kode Asli: Hasil pemindaian kode asli akan memunculkan informasi terperinci seperti nama agen resmi, alamat stasiun pengisian (SPPBE), dan tanggal pengisian.
- Indikator Kode Palsu: Kode QR palsu biasanya tidak terbaca, memuat tautan rusak, atau menampilkan informasi yang tidak sesuai dengan lokasi pembelian.
3. Pengecekan fisik tabung dan indikator isi

Selain memalsukan segel, pengoplos sering mencurangi isi gas. Perhatikan perbandingan tanda-tanda berikut ini:
Indikator | Gas Asli Pertamina | Gas Oplosan / Palsu |
Berat Total | Sesuai tera, contohnya tabung kosong 5 kg ditambah isi 5,5 kg menghasilkan total ±10,5 kg. | Terasa lebih ringan dari standar atau justru terlalu berat jika dioplos air. |
Kondisi Tabung | Mulus, cat terawat, dan tulisan tertera jelas. | Sering kali penyok parah, berkarat berlebih, atau cat terlihat dikuas ulang secara kasar. |
Bau Gas | Bau khas zat pembau (mercaptan) tercium secara wajar saat dipasang. | Bau menyengat tidak wajar atau justru tidak berbau sama sekali yang sangat berbahaya. |
Harga Jual | Sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) atau harga pasar yang wajar. | Dijual jauh lebih murah dari harga pasaran warung sekitar. |
4. Tips keamanan ekstra

Risiko mendapat gas oplosan hampir tidak ada jika pembeli mendatangi SPBU Pertamina, toko swalayan terkemuka, atau agen resmi gas. Hindari transaksi dari pengecer keliling yang tidak dikenal jika merasa ragu.
Jika mencurigai adanya kebocoran halus pada segel, oleskan sedikit air sabun pada leher tabung. Segera tukarkan tabung tersebut jika muncul gelembung gas.
Terapkan panduan pengecekan fisik dan digital ini sebelum memasang tabung di dapur rumah.
Bagikan informasi keamanan penting ini kepada kerabat dan tetangga agar semua pihak terhindar dari bahaya gas oplosan!

















