Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Temui Jokowi di Solo, Bestari Ungkap Sikap PSI soal Viral Omongan Budi Arie
Ketua Bidang Politik DPP PSI, Bestari Barus. (IDN Times/Larasati Rey)
  • Bestari Barus menemui Jokowi di Solo selama sekitar satu setengah jam untuk membahas isu politik, termasuk polemik pernyataan Budi Arie soal kemungkinan Pemilu 2029 lebih cepat.
  • Menurut Bestari, Jokowi menegaskan pernyataan Budi Arie tidak merepresentasikan sikap atau pandangannya, serta meminta polemik tersebut tidak terus diperpanjang menjadi konsumsi politik.
  • Budi Arie sebelumnya menyebut intuisinya tentang dinamika politik yang bisa mempercepat Pemilu; PSI telah menyatakan tidak akan menerima Ketua Umum Projo itu sebagai kader.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bestari dari PSI bertemu Jokowi di rumahnya di Solo. Mereka bicara soal Budi Arie yang bilang Pemilu mungkin lebih cepat dari 2029. Jokowi bilang kata-kata Budi Arie bukan pendapatnya. Jokowi juga minta orang-orang tidak terus membesar-besarkan masalah ini. PSI sebelumnya bilang tidak mau menerima Budi Arie jadi anggota.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surakarta, IDN Times - Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bidang Politik, Bestari Barus, menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di kediaman pribadinya di Sumber, Solo, Senin (31/8/2026). Pertemuan berlangsung sekitar satu setengah jam dan membahas sejumlah isu politik yang tengah menjadi perhatian.

Salah satu pembahasan yang mencuat yakni polemik pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, mengenai kemungkinan Pemilu 2029 berlangsung lebih cepat.

Bestari mengatakan, dalam pertemuan tersebut ia juga meminta pandangan Jokowi mengenai sikap yang sebaiknya diambil menghadapi polemik tersebut. Terlebih, PSI sebelumnya menyatakan tidak akan menerima Budi Arie sebagai anggota partai.

1. Bestari Tanyakan Sikap Jokowi soal Pernyataan Budi Arie

Viral potongan video pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi (dok. Istimewa)

Bestari mengaku pembicaraan mengenai pernyataan Budi Arie hanya menjadi salah satu bagian dari pertemuannya dengan Jokowi. Ia menanyakan bagaimana seharusnya pihak-pihak terkait menyikapi polemik yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurut Bestari, Jokowi menegaskan bahwa pernyataan Budi Arie tidak dapat dianggap sebagai representasi sikap maupun pandangan dirinya.

“Yang disampaikan oleh salah satunya Budi Arie itu sama sekali tidak representatif dari Pak Jokowi,” kata Bestari seusai bertemu Jokowi.

Pernyataan tersebut menjadi penting karena sebelumnya Budi Arie mengaku sempat menyampaikan kepada Jokowi mengenai intuisinya bahwa dinamika politik bisa bergerak lebih cepat dari jadwal Pemilu 2029.

2. Jokowi Minta Polemik Tak Terus Digoreng

Presiden ke-7 Jokowi. (IDN Times/Larasati Rey)

Bestari menyampaikan, Jokowi berharap polemik tersebut tidak terus diperpanjang hingga menjadi konsumsi politik yang tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia mengatakan, masyarakat sebaiknya tidak terus-menerus memperdebatkan pernyataan yang dinilai muncul dari penyampaian yang kurang tepat.

“Ke depan masyarakat tidak perlu lagi menggoreng-goreng itu. Para pihak lebih bisa menahan diri agar ini tidak bergulir menjadi sesuatu yang tidak bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Bestari.

Menurutnya, sikap menahan diri diperlukan agar pernyataan sejumlah tokoh tidak berkembang menjadi spekulasi politik yang semakin luas.

3. Budi Arie Bicara soal Pemilu Bisa Lebih Cepat dari 2029

Budi Arie Setiadi (kiri) ketika masih menjadi menteri di kabinet Jokowi pada 2023. (ANTARA FOTO/M. Agung Rajasa)

Sebelumnya, pernyataan Budi Arie mengenai kemungkinan Pemilu berlangsung lebih cepat dari 2029 ramai diperbincangkan setelah videonya beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, Budi Arie mengaku telah menyampaikan kegelisahannya kepada Jokowi. Ia menyebut dinamika yang terjadi di masyarakat belakangan ini membuatnya memiliki intuisi bahwa perubahan politik bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan.

Budi Arie juga mempertanyakan kesiapan semua pihak apabila Pemilu benar-benar mengalami percepatan.

Ia kemudian mengaitkan situasi tersebut dengan perubahan jadwal Pemilu setelah Reformasi 1998. Menurutnya, pembahasan itu bukan dimaksudkan sebagai kepastian bahwa Pemilu akan digelar lebih cepat, melainkan sebagai upaya membuka kemungkinan berbagai skenario politik.

Pernyataan Budi Arie itu kemudian memunculkan beragam respons, termasuk dari PSI yang sebelumnya menegaskan tidak akan menjadikannya sebagai kader.

Dalam konteks polemik tersebut, Bestari menegaskan bahwa pandangan Budi Arie tidak bisa serta-merta dikaitkan dengan Jokowi. Ia juga menyampaikan pesan agar seluruh pihak tidak memperkeruh situasi dengan terus memproduksi spekulasi politik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article