Masyarakat dan wisatawan sering mengira Simpang Lima merupakan pusat atau titik nol kilometer Kota Semarang. Dugaan itu rupanya keliru besar. Titik Nol Kilometer Semarang berlokasi di kawasan yang berbeda, tepatnya di ujung Jalan Pemuda, Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara.
Kawasan strategis itu berada di area Kota Lama, tepat sebelum Jembatan Berok. Area tersebut menjadi cikal bakal perkembangan Kota Semarang karena dikelilingi oleh berbagai kawasan bersejarah seperti Kauman dan Kampung Malayu.
Monumen Titik Nol Kilometer yang baru diresmikan pada 5 Mei 2023. Sebelumnya, penanda pusat kota ini hanya berupa tugu kecil yang kurang mencolok. Pembangunan penanda yang lebih megah dan representatif mulai berjalan pada tahun 2022.
Berdasarkan publikasi portal resmi Pemerintah Kota Semarang dan literatur sejarah setempat, fungsi utama Titik Nol Kilometer mencakup tiga hal esensial. Yakni sebagai simbol pusat geografis Kota Semarang, tolok ukur acuan pengukuran jarak ke kota lain, serta menjadi ikon dan destinasi wisata baru yang memikat.
Sebagai contoh pengukuran, jarak dari titik ini menuju kawasan Ungaran sejauh 26 kilometer. Artinya, angka 26 kilometer tersebut ditarik lurus dari Monumen Nol Kilometer Semarang, bukan dari wilayah lain.
Kini, monumen tersebut tampil dengan desain modern. Fasilitas air mancur bundar menjadi fitur penanda utama yang ikonis di tengah taman indah di antara gedung-gedung keuangan negara. Monumen ini dirancang sebagai landmark kebanggaan kota serta lokasi berfoto bagi para pengunjung.
