Buka media sosial di akhir pekan, pasti ada saja teman yang pamer foto aesthetic di atas awan dengan caption tentang healing. Melihat tren naik gunung yang makin menjamur di kalangan anak muda ini, kadang bikin kita bertanya-tanya: beneran seampuh itu buat melepas penatnya rutinitas kota, atau jangan-jangan cuma sekadar ikut-ikutan alias Fear of Missing Out (FOMO)?
Faktanya, Sobat, dari kacamata sains dan psikologi, healing ke gunung itu bukan sekadar mitos atau tren semu belaka. Kalau dilakukan dengan benar, aktivitas ini adalah bentuk terapi fisik dan mental yang sangat komprehensif. Tapi awas, niat yang salah malah bisa bikin liburanmu jadi sumber stres baru! Yuk, bedah alasan ilmiah kenapa gunung bisa jadi pelarian terbaikmu, dan kapan tren ini berubah jadi jebakan FOMO.