Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Trik Bikin Pupuk Alami dari Sampah Dapur biar Tanaman Hias Subur Pas Kemarau
ilustrasi pupuk alami (pexels.com/Lisa Fotios)
  • Musim kemarau 2026 membuat tanaman hias rentan kering dan kehilangan nutrisi, namun Balitbangtan menyarankan pemanfaatan sampah dapur sebagai sumber pupuk alami kaya unsur hara.
  • Lima bahan dapur seperti air cucian beras, kulit pisang, cangkang telur, ampas kopi, dan kulit bawang terbukti mampu menjaga kesuburan serta ketahanan tanaman di cuaca panas.
  • Pemberian pupuk alami disarankan dilakukan pagi hari agar akar tidak stres akibat suhu ekstrem siang hari, sehingga penyerapan nutrisi berlangsung optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Memasuki musim kemarau di pertengahan tahun 2026 ini, cuaca terik luar ruangan kerap membuat para pencinta tanaman hias kelabakan. Suhu yang menyengat tak jarang membuat media tanam cepat kering, daun layu, hingga tanaman kehilangan nutrisi esensialnya karena stres termal.

Menjaga tanaman tetap subur di tengah cuaca panas ternyata tidak harus selalu merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli vitamin kimia. Berdasarkan panduan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), sampah organik dari sisa dapur harian justru menyimpan pasokan unsur hara makro (Nitrogen, Fosfor, Kalium) yang melimpah.

Bisa jadi penyelamat tanaman hias kesayanganmu, berikut 5 trik menyulap sampah dapur menjadi pupuk alami penyegar tanaman pas musim kemarau ala IDN Times. Check it out, Lur!

1. Air Cucian Beras Kaya Vitamin B dan Karbohidrat

ilustrasi air cucian beras (vecteezy.com/Prarinya Thonghyad)

Sering kali dibuang begitu saja di wastafel, air bekas cucian beras (leri) sebenarnya adalah "elixir" gratis yang sangat disukai mikroorganisme baik di dalam tanah.

Manfaat Pas Kemarau: Kandungan vitamin B1, zat besi, dan karbohidratnya berfungsi memicu pertumbuhan akar baru sekaligus membantu tanaman memulihkan diri dari stres akibat cuaca panas.

Cara Pakai: Jangan langsung disiram saat masih hangat. Tampung air cucian beras pertama dan kedua dalam wadah, biarkan bersuhu ruang, lalu siramkan langsung ke media tanam pada pagi hari.

2. Kulit Pisang Asupan Kalium Pengatur Hidrasi

ilustrasi kulit pisang (pixabay.com/stevepb)

Jangan buang kulit pisang setelah kamu memakan buahnya. Sisa organik ini adalah salah satu sumber alami Kalium (K) tertinggi yang sangat dibutuhkan tanaman hias saat musim kering.

Manfaat Pas Kemarau: Kalium bertanggung jawab mengatur membuka dan menutupnya stomata (mulut daun). Asupan Kalium yang cukup membuat tanaman hias lebih efisien dalam mengelola cadangan air, sehingga tidak mudah layu meski udara sedang gersang.

Cara Pakai: Potong kecil-kecil kulit pisang, lalu benamkan langsung ke dalam media tanam di sekitar akar. Alternatif lain, rendam potongan kulit pisang dalam air selama 24 jam, lalu gunakan air rendamannya sebagai air siraman.

3. Cangkang Telur Kalsium Pencegah Daun Rontok

Ilustrasi cangkang telur kosong. (Pexel.com/Anna Shvets)

Cangkang telur yang renyah kaya akan Kalsium Karbonat yang mampu memperkuat struktur jaringan tanaman dari akar hingga ujung daun.

Manfaat Pas Kemarau: Suhu panas ekstrem sering kali membuat dinding sel tanaman melemah, memicu pembusukan ujung daun (blossom end rot). Kalsium dari cangkang telur akan memperkokoh batang dan membuat daun tanaman hias premium menjadi lebih tebal dan tahan sengatan matahari.

Cara Pakai: Cuci bersih cangkang telur, jemur hingga benar-benar kering, lalu tumbuk atau blender hingga menjadi bubuk halus. Taburkan satu sendok makan bubuk cangkang telur di atas permukaan media tanam sebulan sekali.

4. Ampas Kopi Penyedia Nitrogen dan Penjaga Kelembapan

ilustrasi ampas kopi (pexels.com/Feyza Daştan)

Bagi kamu pencinta kopi tubruk, sisa ampas kopimu adalah bahan organik berharga yang bersifat asam lemah, sangat cocok untuk tanaman hias seperti Monstera, Philodendron, atau Calathea.

Manfaat Pas Kemarau: Ampas kopi mengandung sekitar 2% Nitrogen yang membantu daun tetap hijau merona. Selain itu, tekstur ampas kopi yang dicampur ke media tanam mampu memperbaiki aerasi sekaligus membantu tanah mengikat air sedikit lebih lama di cuaca kering.

Cara Pakai: Pastikan ampas kopi sudah kering (dikeringkan di bawah sinar matahari) agar tidak memicu jamur. Taburkan tipis-tipis di atas tanah atau campurkan langsung dengan media tanam baru.

5. Kulit Bawang Merah dan Putih Zat Pengatur Tumbuh Alami

ilustrasi kulit bawang merah (pexels.com/MART PRODUCTION)

Sisa kupasan bawang merah dan bawang putih mengandung senyawa asetogenin serta kaya akan unsur fungsional seperti Kalium, Magnesium, dan Fosfor.

Manfaat Pas Kemarau: Kulit bawang bertindak sebagai Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) alami yang merangsang kekebalan tanaman. Unsur di dalamnya juga berfungsi sebagai antimikroba alami untuk menghalau hama kutu yang biasanya berkembang biak lebih cepat di musim kemarau.

Cara Pakai: Rendam segenggam kulit bawang ke dalam 1 liter air selama semalam. Saring airnya, lalu semprotkan ke bagian bawah daun atau siramkan ke tanah untuk memperkuat daya tahan tanaman.

Pupuk alami di atas akan bekerja optimal jika diberikan pada waktu yang tepat. Di musim kemarau, hindari memupuk atau menyiram tanaman di siang bolong (pukul 10.00 hingga 15.00 WIB) karena perbedaan suhu yang ekstrem bisa membuat akar tanaman kaget dan "terbakar". Lakukan selalu di pagi hari saat udara masih sejuk

Editorial Team

Related Article