Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trik Nabung Reksadana Rp100 Ribu/Bulan Pakai Auto-Debit, Gak Berat!

Kota Semarang
Trik Nabung Reksadana Rp100 Ribu/Bulan Pakai Auto-Debit, Gak Berat!
ilustrasi reksadana (pexels.com/TabTrader.com)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Investasi reksadana dapat dimulai dari Rp100 ribu per bulan dengan auto-debit, agar dana masa depan dialokasikan lebih dulu sebelum pengeluaran konsumtif.
  • Penarikan otomatis sebaiknya dijadwalkan pada H+1 setelah gajian supaya gaya hidup menyesuaikan sisa saldo dan investasi berjalan konsisten.
  • Setoran rutin menerapkan DCA serta berpotensi memanfaatkan compound interest; pemula dapat memilih RDPU berisiko rendah dan mengaktifkan fitur melalui aplikasi APERD berizin OJK.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times — Menyisihkan sebagian penghasilan untuk berinvestasi sering kali terasa berat jika harus menunggu uang "sisa" di akhir bulan. Kebanyakan orang justru mendapati tabungannya ludes tak tersisa untuk kebutuhan konsumtif yang tidak terencana.

Padahal, kamu tidak butuh modal jutaan rupiah untuk mulai membangun portofolio investasi. Cukup dengan konsistensi sebesar Rp100 ribu per bulan, kamu sudah bisa berinvestasi di instrumen reksadana. Kuncinya ada pada penggunaan fitur auto-debit agar proses menabung berjalan otomatis tanpa perlu dorongan niat setiap bulannya.

Yuk, intip strategi rahasia menabung reksadana Rp100 ribu per bulan pakai fitur auto-debit ala IDN Times berikut ini, Lur!

1. Menerapkan Prinsip Pay Yourself First

Orang memantau aplikasi investasi di laptop.
Ilustrasi Investasi Reksadana (unsplash.com/Austin Distel)

Menggunakan fitur auto-debit secara tidak langsung memaksa kamu menerapkan prinsip pay yourself first—yaitu mengalokasikan hak masa depanmu terlebih dahulu sebelum menghabiskan uang untuk kebutuhan lain.

Bukan Menunggu Sisa: Jangan pernah menabung dari apa yang tersisa di akhir bulan, melainkan belanjakan apa yang tersisa setelah kamu menabung.

Tanpa Beban Psikologis: Karena dana ditarik secara otomatis oleh sistem, kamu tidak akan merasakan penyesalan atau keraguan yang biasa muncul saat mentransfer uang secara manual.

2. Pilihlah "Tanggal Sakti" Tepat Setelah Gajian

ilustrasi reksadana
ilustrasi reksadana (unsplash.com/CardMapr.nl)

Kunci keberhasilan strategi auto-debit adalah pemilihan tanggal penarikan dana.

H+1 Gajian: Atur jadwal penarikan otomatis pada tanggal 1 atau H+1 setelah gaji atau uang saku masuk ke rekening utama.

Efek Halusinasi Tabungan: Ketika saldo rekening langsung terpotong di awal, kamu secara psikologis akan menyesuaikan gaya hidup bulanan berdasarkan sisa saldo yang ada, sehingga tidak merasa "kehilangan" uang investasi.

3. Manfaatkan Keajaiban Bunga Bergulung (Compound Interest)

ilustrasi reksadana (pexels.com/TabTrader.com)
ilustrasi reksadana (pexels.com/TabTrader.com)

Secara sekilas, Rp100 ribu mungkin terlihat sangat kecil. Namun, jika diinvestasikan secara rutin setiap bulan ke instrumen reksadana dengan imbal hasil (return) historis yang stabil, nilainya akan bertumbuh signifikan berkat efek compound interest.

Rutin vs Sekaligus: Metode menabung rutin ini juga dikenal sebagai Dollar Cost Averaging (DCA). Trik ini meratakan risiko pembelian di harga pasar yang naik-turun, sehingga cocok untuk pemula yang tidak punya waktu memantau grafik saham setiap hari.

4. Pilih Reksadana Pasar Uang (RDPU) untuk Langkah Awal

ilustrasi reksadana (pexels.com/Aidan Hancock)
ilustrasi reksadana (pexels.com/Aidan Hancock)

Bagi pemula yang mengutamakan keamanan modal dan likuiditas tinggi, Reksadana Pasar Uang (RDPU) adalah sarana yang tepat untuk memulai auto-debit Rp100 ribu ini.

Risiko Rendah: RDPU memiliki profil risiko terendah dibandingkan jenis reksadana lainnya, dengan tren grafik yang cenderung naik secara stabil.

Bebas Biaya Transaksi: Sebagian besar platform investasi digital tidak mengenakan biaya pembelian maupun penjualan untuk produk RDPU.

5. Cara Praktis Mengaktifkan Auto-Debit di Aplikasi Investasi

ilustrasi membandingkan reksadana (freepik.com/freepik)
ilustrasi membandingkan reksadana (freepik.com/freepik)

Hampir seluruh aplikasi Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) resmi berizin OJK telah menyediakan fitur investasi berkala/auto-debit.

Buka aplikasi reksadana pilihanmu (seperti Bibit, Bareksa, Ajaib, atau aplikasi perbankan).

Pilih produk reksadana yang ingin kamu beli secara rutin.

Pilih opsi Rutin / Auto-Debit, tentukan nominal Rp100.000.

Hubungkan dengan metode pembayaran pilihan (RDI, E-Wallet, atau rekening bank utama).

Konfirmasi dan aktifkan instruksi pemotongan otomatis setiap bulannya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More