Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

UMKM Solo Diminta Bidik Konsumen Premium

Kota Surakarta
3 min read
UMKM Solo Diminta Bidik Konsumen Premium
Launching Beli Lokal x Pilihan BuSan oleh Tokopedia bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso. (Dok/Istimewa)
Share Article

Surakarta, IDN Times - Wali Kota Solo, Respati Ardi, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Solo untuk tidak hanya mengejar kuantitas penjualan. Pelaku usaha diminta mulai meningkatkan kualitas produk dan berani membidik konsumen dengan daya beli lebih tinggi.

Dorongan tersebut disampaikan Respati saat melaunching Beli Lokal x Pilihan BuSan oleh Tokopedia bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso, Senin (21/9/2026).

Menurut Respati, peningkatan kualitas produk menjadi salah satu kunci agar UMKM Solo dapat memiliki nilai jual lebih tinggi dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

  1. 1. UMKM Solo Diminta Berani Bidik Konsumen Premium.

    2940b14c-f39b-4c34-9071-cf6fd8fc3564.jpeg
    Launching Beli Lokal x Pilihan BuSan oleh Tokopedia bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso. (Dok/Istimewa)

    Respati mengatakan penguatan fundamental ekonomi Kota Solo saat ini menggunakan konsep Pareto 80:20. Pemerintah Kota Solo akan menangani sekitar 80 persen segmen ekonomi massal melalui berbagai program, sementara pelaku usaha didorong mengambil peran pada 20 persen pasar dengan daya beli lebih tinggi.

    Dukungan pemerintah tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan seperti festival UMKM, pasar rakyat, penyelenggaraan konser, hingga penyediaan akses publik yang dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

    Sementara itu, pelaku usaha didorong menyasar konsumen dengan daya beli lebih tinggi melalui strategi up selling dan membidik kelompok top spenders.

    Respati meminta pelaku UMKM mulai berani menaikkan harga jual dengan diikuti peningkatan kualitas produk.

    “Mulai berani berjualan mahal, dengan menaikan sedikit kualitas, kuantitas kita tekan sehingga konsep 80:20 ini menjadi nyata,” ujar Respati.

    Menurutnya, strategi tersebut bukan sekadar menaikkan harga, tetapi meningkatkan nilai produk sehingga konsumen mendapatkan kualitas yang sepadan.

  2. 2. UMKM Solo Disiapkan Akses Kios Pasar secara Gratis.

    8e6bcca7-d967-410c-a2ed-ead97d7d7357.jpeg
    Launching Beli Lokal x Pilihan BuSan oleh Tokopedia bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso. (Dok/Istimewa)

    Respati mengatakan penguatan UMKM juga harus diikuti dengan penyediaan ruang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya.

    Pemkot Solo melalui Dinas Perdagangan menyiapkan kesempatan bagi pelaku usaha untuk memanfaatkan sejumlah kios pasar yang sepi selama enam bulan tanpa biaya.

    Program tersebut salah satunya disiapkan di Pasar Jongke dan Pasar Klewer. Pelaku usaha dapat menggunakan fasilitas tersebut terlebih dahulu untuk menguji pasar dan mengembangkan penjualan.

    “Jika laku mulai bayar kalau belum tidak usah. Kita siapkan Pasar Jongke dan Klewer, kita memastikan untuk dapat etalasenya dulu,” jelasnya.

    Respati berharap fasilitas tersebut dapat menjadi ruang bagi UMKM untuk membangun pasar sekaligus meningkatkan skala usahanya.

  3. 3. Produk Lokal Solo Harus Punya Nilai Jual dan Pasar Lebih Luas.

    UMKM berbasis AI
    UMKM berbasis AI (unsplash.com/ zyteng)

    Selain kualitas produk, Respati menilai kemampuan membangun nilai jual melalui kemasan dan konten juga penting. Produk UMKM tidak cukup hanya memiliki kualitas, tetapi perlu dikemas dengan narasi yang menarik agar mampu menjangkau konsumen di luar Solo.

    Ia meminta pelaku usaha tidak hanya menetapkan target konsumen di Kota Solo, tetapi mulai membidik pasar di kota-kota besar lainnya.

    “Saya yakin Kota Solo punya kemampuan dan talenta luar biasa. Saya ingatkan untuk rekan pelaku usaha di Solo, set target bukan hanya warga Solo, tapi Jakarta, Semarang, Bandung dan Surabaya,” terangnya.

    Strategi tersebut juga dinilai sejalan dengan rencana Solo sebagai wellness city pada 2030. Pelaku UMKM perlu memahami perubahan perilaku konsumen dan pergeseran pasar agar produk lokal dapat menjangkau segmen konsumen yang lebih beragam.

    Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut banyak produk UMKM yang memiliki potensi untuk naik kelas. Menurutnya, penguatan branding menjadi bagian penting agar produk lokal lebih mudah dikenal masyarakat.

    “Tadi disampaikan pak Wali Kota, ada banyak produk luar biasa yang mudah membranding produk kita. Dan dengan digitalisasi akan mudah ditemukan oleh para konsumen kita baik di dalam negeri maupun luar negeri,” tandasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More