FGD Sungai Lestari Surakarta di Bale Tawangarum, Balaikota Solo. (IDN Times/Larasati Rey)
Associate Director Programmes and Impact Clean Rivers, Reinier van der Lely, mengatakan organisasinya memiliki misi membantu negara-negara di kawasan Global South, seperti Indonesia, Filipina, dan Brasil, dalam mencegah sampah bocor dari daratan menuju sungai dan laut.
Di Indonesia, kata Reinier, Clean Rivers tidak menjalankan program secara langsung. Seluruh implementasi diserahkan kepada UNDP yang kemudian memilih Solo sebagai salah satu kota sasaran.
“UNDP yang memilih Solo sebagai salah satu kota dalam program ini. Kami mendukung melalui pendanaan, berbagi keahlian, serta memfasilitasi kolaborasi berbagai pihak,” ujarnya.
Menurut Reinier, pihaknya percaya solusi terbaik harus lahir dari daerah itu sendiri. Karena itu, UNDP menunjuk organisasi masyarakat sipil lokal yang memahami karakteristik wilayah untuk menyusun dan menjalankan program.
Ia menambahkan, Clean Rivers tidak membawa teknologi tertentu dari luar negeri. Teknologi maupun pendekatan yang diterapkan sepenuhnya disesuaikan dengan hasil asesmen kebutuhan di lapangan.
“Setiap kota memiliki karakteristik yang berbeda. Apa yang berhasil di Solo belum tentu cocok diterapkan di Surabaya atau Bekasi. Karena itu teknologi dipilih berdasarkan kebutuhan dan konteks lokal,” jelasnya.
Selain dukungan pendanaan, Clean Rivers bersama UNDP juga mendorong pertukaran pengetahuan antardaerah agar pengalaman dan praktik terbaik yang berhasil diterapkan di satu wilayah dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain.