Update Banjir Grobogan, 9.000 Keluarga di 10 Kecamatan Terdampak!

- 9.000 kepala keluarga di 42 desa terdampak banjir di 10 kecamatan Grobogan.
- Banjir dipicu oleh hujan ekstrem dan limpasan air sungai dari lima sungai besar.
- Ribuan rumah dan lahan pertanian terendam, sejumlah tanggul jebol, evakuasi warga dilakukan.
Grobogan, IDN Times - Situasi banjir di Kabupaten Grobogan berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan hingga Senin (16/2/2026) malam pukul 20.00 WIB, tercatat sekitar 9.000 kepala keluarga (KK) di 42 desa terdampak luapan air sungai.
Hujan ekstrem yang mengguyur sejak Minggu malam memicu banjir kiriman dari lima sungai besar, yakni Sungai Glugu, Jajar, Tuntang, Lusi, dan Serang. Akibatnya, pemukiman di 10 kecamatan kini terkepung air.
BPBD Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mencatat 9.000 keluarga yang tersebar di 42 desa dalam 10 kecamatan terdampak banjir yang dipicu curah hujan tinggi serta limpasan air sungai, Senin.
"Hingga pukul 20.00 WIB, tercatat sekitar 9.000 kepala keluarga yang terdampak," kata Kepala Pelaksana BPBD Grobogan Wahyu Tri Darmawanto melansir dari Antara, Senin.
Ia mengatakan hujan dengan intensitas tinggi terjadi sejak Minggu (15/2/2026) pukul 21.00 WIB hingga Senin (16/2/2026) pukul 05.00 WIB.
Debit air meningkat akibat kiriman dari hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar, Sungai Tuntang, Sungai Lusi, dan Sungai Serang, sehingga sungai tidak mampu menampung aliran dan meluap ke permukiman warga.
"Selain merendam rumah dan lahan pertanian, banjir juga menyebabkan sejumlah tanggul jebol, di antaranya tanggul Sungai Cabean di Desa Tajemsari, Kecamatan Tegowanu; tanggul Sungai Jajar Baru di Dusun Krasak dan Dusun Klampisan, Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung; tanggul Sungai Jratun di Dusun Mbaru, Desa Kebonagung, Kecamatan Tegowanu; serta dua titik tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding, Kecamatan Godong," ujarnya.
Sementara itu, kata dia, satu rumah tercatat mengalami rusak berat dan satu rumah di Dusun Sasak, Desa Ngrandah, Kecamatan Toroh, dilaporkan hampir roboh.
"Di Kecamatan Purwodadi, Kelurahan Kalongan menjadi salah satu wilayah terdampak cukup parah dengan 1.180 keluarga terdampak dan ketinggian air mencapai sekitar satu meter di Perumahan Permata Hijau. Sementara di Kelurahan Purwodadi tercatat 584 keluarga terdampak, dan di Kelurahan Kuripan sebanyak 387 keluarga terdampak," ujarnya.
Sementara di Kecamatan Kedungjati, kata dia lagi, banjir merendam tujuh desa dengan total ribuan KK terdampak, meski sebagian besar genangan telah surut.
"Di Kecamatan Tegowanu, Desa Tajemsari dan Sukorejo masih tergenang dengan ketinggian air antara 20 hingga 40 centimeter," jelasnya.
Wahyu menambahkan banjir juga terjadi di Kecamatan Toroh, Karangrayung, Pulokulon, Penawangan, Geyer, Gubug, dan Godong dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 50 centimeter.
Tim gabungan melakukan evakuasi warga di sejumlah titik, termasuk di Tambirejo (Toroh), Kalongan dan Purwodadi, serta Tinanding (Godong). Penyaluran bantuan logistik juga dilakukan di sejumlah kecamatan terdampak.
"Elevasi air di Bendung Klambu pada pukul 19.00 WIB tercatat 16,33 mdpl dengan debit 766,628 meter kubik per detik. Sementara itu, Pos Menduran menunjukkan tren kenaikan dengan debit 557,740 meter kubik per detik," paparnya.
Hingga Senin malam, banjir masih menggenangi sejumlah wilayah di Kecamatan Purwodadi, Toroh, Tegowanu, Penawangan, Godong, dan sebagian Gubug. "Di beberapa kecamatan lainnya, air telah berangsur surut," ujarnya.


















